Koma.id– Puluhan prajurit TNI dilaporkan diduga mendatangi Markas Polda Metro Jaya usai tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi terkait penyidikan dugaan korupsi, tindak pidana pencucian uang (TPPU), dan suap yang mencakup perkara PT Asabri, pasokan batu bara penyebab pemadaman listrik di Sumatera, serta PT Krakatau Steel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedatangan tersebut disebut dipimpin Direktur C Bais TNI Brigjen Wahyo Yuniartoto bersama Brigjen Anggiat Napitupulu, sejumlah personel TNI, dan anggota Kejaksaan. Namun, Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Muhammad Nas membantah informasi tersebut serta menegaskan TNI menghormati proses hukum dan tidak melakukan intervensi terhadap penyidikan yang berlangsung.
Dalam rangkaian penyidikan, polisi juga menggeledah Kafe de’Clan Signature yang dikelola Ferry Yanto Hongkiriwiang, sosok yang disebut memiliki keterkaitan dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Febrie Ardiansyah. Kafe tersebut sebelumnya juga pernah menjadi sasaran penyelidikan pada 2025, sementara Ferry sempat ditangkap dalam perkara dugaan penculikan, penganiayaan, dan perintangan penyidikan yang melibatkan anggota Densus 88 Antiteror Polri.







