KOMA.ID, JAKARTA – Gelombang dukungan untuk mempertahankan posisi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) langsung di bawah komando Presiden terus menguat. Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia (RPI), Fernando Emas, menegaskan bahwa independensi Polri adalah harga mati yang harus dijaga dari tangan-tangan politik yang mencoba mengganggu stabilitas nasional.
Fernando mencium adanya upaya sistematis dari kelompok tertentu yang ingin memindahkan posisi Polri ke bawah kementerian. Ia menilai narasi tersebut bukan sekadar wacana administratif, melainkan strategi untuk melemahkan Korps Bhayangkara dan mengganggu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fernando Emas: Jangan Hanya MBG, Prabowo Juga Punya Janji 3 Juta Rumah dan 19 Juta Lapangan Kerja
“Saya sangat menduga bahwa pihak-pihak yang memaksakan Polri di bawah kementerian tidak ingin pemerintahan Prabowo Subianto berjalan dengan baik. Ini adalah upaya provokasi yang harus kita lawan bersama,” tegas Fernando, Minggu (1/2/2026).
Ferry Koto Ingatkan Prabowo Tak Tuding Mahasiswa Ditunggangi: Kekuasaan Hanya Mandat dari Rakyat
Ada beberapa alasan krusial mengapa posisi Polri saat ini tidak boleh diganggu gugat. Antara lain soal amanat Reformasi 98. Ia menegaskan bahwa pemisahan Polri dari TNI/ABRI adalah mandat sejarah agar kepolisian fokus pada keamanan sipil dan penegakan hukum.
Kemudian, penempatan Polri di bawah komando langsung Presiden merupakan langkah yang konkret untuk menghindari politisasi Polri. Karena jika berada di bawah kementerian, Polri rentan menjadi alat politik praktis kelompok atau partai tertentu.
Mahfud MD Tak Setuju MBG Dihentikan, Tapi …
Selain itu soal stabilitas nasional. Ia menegaskan bahwa komando langsung di bawah Kepala Negara memastikan gerak Polri tetap solid dalam menjaga ketertiban masyarakat tanpa sekat birokrasi kementerian.
Oleh sebab itu, Fernando memastikan bahwa masyarakat sipil tidak akan tinggal diam melihat institusi Polri dirongrong oleh kepentingan terselubung. Ia menyatakan siap berada di garis depan untuk mengawal Polri agar tetap fokus pada tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
“Kami sebagai rakyat Indonesia akan tetap mendukung dan siap berada di belakang Polri. Jangan beri ruang bagi asumsi-asumsi menyesatkan yang mencoba menjauhkan Polri dari mandat undang-undang,” pungkasnya.













