Koma.id – Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama menilai transformasi Polri 2025 berhasil mencatat berbagai capaian penting, mulai dari penegakan hukum, peningkatan pelayanan publik, hingga pengawalan program-program strategis pemerintah.
“Kesuksesan ini bagian dari transformasi Polri yang digaungkan pada tahun 2025 agar institusi ini terus berbenah,” ujar Founder Kontra Narasi sekaligus Direktur Haidar Alwi Institute (HAI) Sandri Rumanama di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026).
Jurnalis Republika Ditangkap Tentara Israel
Ia menjelaskan bahwa transformasi Polri saat ini menitikberatkan pada pembenahan budaya organisasi sebagai landasan utama dalam proses perubahan institusi.
“Pembenahan budaya organisasi itu melengkapi reformasi struktural dan fundamental guna membangun Polri yang profesional, modern, dan dipercaya masyarakat,” katanya.
Aktivis berdarah Maluku tersebut menambahkan bahwa berdasarkan analisis dan pengolahan data, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menunjukkan tren peningkatan.
Ia pun membantah anggapan sinis yang menyebut kepercayaan publik terhadap Polri hanya sebatas klaim semata.
“Ini bukan klaim ya, ini fakta dan data. Rumah Politik Indonesia sudah merilis hasil survei mereka bahwa 76,2 persen publik optimistis transformasi Polri di 2026,” ujarnya.
Optimisme masyarakat tersebut dinilai muncul seiring dengan kinerja personel Polri yang terus mengalami perbaikan dari waktu ke waktu.
Reformasi Polri kini dipandang telah bertransformasi menjadi institusi negara yang semakin dekat dengan masyarakat, serta mampu membentuk sumber daya manusia Polri yang profesional, humanis, komunikatif, dan kolaboratif.













