Koma.id– Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo terus menjadi sorotan publik. Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-I) Tom Pasaribu menilai kasus ini masih belum menemukan titik terang, sementara pemerintah terkesan ragu dalam mengambil langkah untuk menuntaskannya.
Menurutnya pola penanganan kasus yang dilakukan oleh Kepolisian mirip dengan taktik kolonial Belanda terhadap rakyat Indonesia, yang membuat keadilan terasa semakin jauh.
Sementara itu, Beathor Suryadi, politikus senior PDI Perjuangan menilai ijazah sarjana milik Presiden Jokowi diduga bukan berasal dari Universitas Gadjah Mada (UGM) seperti yang diklaim, melainkan hasil pemalsuan dari kawasan Jalan Pramuka Salemba, Jakarta area yang sering dikaitkan dengan praktik pemalsuan dokumen.
Pasalnya, beberapa kejanggalan dalam dokumen akademik Presiden Jokowi hingga kini belum pernah dijawab secara tuntas, baik oleh UGM maupun oleh Presiden Jokowi sendiri.







