Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Candi Jago Akan Revitalisasi, Kapan dan Apa Yang Berubah? 

Views
×

Candi Jago Akan Revitalisasi, Kapan dan Apa Yang Berubah? 

Sebarkan artikel ini
FOTO: Napak Tilas Candi Jago Peninggalan Tumapel-Majapahit  
Candi Jago di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (Foto: Koma.id/Andry Novelino)

Koma.idCandi Jago merupakan cagar budaya peringkat nasional peninggalan Tumapel-Majapahit. Candi ini rencana awalnya akan dipugar pada April 2025, namun baru akan terealisasi Mei 2025. 

Menteri Kebudayaan Fadli Zon sudah meninjau Candi Jago yang terletak di Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Minggu (16/2). Peninjauan tersebut dalam rangka rangkaian kunjungan kerja Fadli Zon ke Malang.  

Silakan gulirkan ke bawah

“Kadang kita harus melihat langsung supaya tahu apa yang harus dilakukan, terutama dalam pelestarian, perlindungan terhadap warisan budaya,” kata Fadli Zon. 

Rencana pemugaran, katanya, sesuai dengan kaidah pemugaran cagar budaya. Kunjungannya diharapkan menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap warisan sejarah nasional. 

Fadli turut mengapresiasi masyarakat di Desa Budaya Tumpang yang terus menjaga dan melestarikan tradisi serta warisan leluhur. “Candi Jago bukan hanya peninggalan sejarah, tetapi juga menjadi simbol keberlanjutan budaya yang harus dijaga bersama,” katanya. 

(Koma.id/Andry Novelino)
(Foto: Koma.id/Andry Novelino)

Apa yang Akan Berubah? 

Melansir ini, menurut Juru Pelihara Candi Jago Imam Pinarko terdapat rencana revitalisasi yang akan dilakukan. Ia mengatakan, ada puluhan batu yang rusak atau mengalami penggaraman karena terpapar cuaca. 

Kerusakannya berupa ambruknya struktur batu di sisi utara akibat fondasi yang ambles. Selain itu juga banyak bebatuan yang sudah pecah karena endapan garam. Hal tersebut membuat candi tidak bisa dinaiki di bagian tangga. Oleh karena itu, pengurus candi memasang tanda ’Dilarang Naik’ di bagian tangga. 

“Sebetulnya, candi tersebut harus dipugar total.Batu­-batu candi yang sudah rusak akan di­ bongkar, kemudian diganti batu yang baru,”ujar Imam. 

Selanjutnya Imam mengatakan, pemugaran candi mulanya dijadwalkan pada 2026. Namun, Menteri Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) XI Jawa Timur Kementerian Pendidi­kan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud­ristek) mempercepat menjadi tahun 2025 ini. 

Pemugaran yang dimaksud adalah pembongkaran sepe­nuhnya. Hal itu dilakukan karena banyak batuan asli Candi Jago yang rusak. 

”Banyak batuan yang pecah. Selain itu, sisi utara juga hampir ambruk. Meski dibongkar, akan dikembalikan ke wujud aslinya,” jelas Imam. 

Imam menjabarkan, ada tahap pemugaran yang dilakukan bertahap dari bawah. “Pertama, perbaikan batuan selasar bawah atau lantai candi. Kedua selasar melingkar, dan terakhir perbaikan batuan puncak,”jelasnya. 

Untuk perbaikan tahap pertama diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu tahun. Imam pun mengatakan, tidak menutup kemungkinan butuh dana lebih besar dari tahap pertama karena memerlukan peralatan besar. 

Rencana revitalisasi tersebut juga sempat dihantui bayang-bayang efisiensi anggaran dari Kementerian. Tapi ada anggaran yang masih bisa dipakai.  

”Kepala BPK mengatakan bahwa anggaran sudah aman Rp 1 miliar. Jadi bisa mengerjakan tahap pertama di batu selasar bawah,” ungkap Imam. 

Saat ditanyakan tahap selanjutnya, Imam nyatakan pihaknya belum mengetahui kapan pengerjaan tahap ke dua dan tiga.  

“Belum dibahas,”pungkas Imam. 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.