Koma.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan proyek penulisan buku sejarah nasional telah memasuki tahap akhir dan segera dapat diakses publik dalam waktu dekat.
Fadli mengatakan saat ini buku sejarah nasional tinggal melalui proses penyuntingan akhir serta penyempurnaan tampilan dan desain sebelum diterbitkan secara luas.
“Buku sejarah nasional sebenarnya sudah terbit, tapi sekarang sedang kita edit dengan perwajahannya, desain bukunya. Insyaallah nanti bulan Agustus,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, dikutip Kamis (28/5/2026).
Menurut dia, pemerintah menargetkan buku tersebut mulai bisa diakses masyarakat pada Agustus 2026 bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Proyek penulisan sejarah nasional ini sebelumnya melibatkan sejumlah sejarawan, akademisi, dan peneliti dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga kajian sejarah di Indonesia. Buku tersebut disusun sebagai upaya memperbarui narasi sejarah nasional dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan kontekstual.
Kementerian Kebudayaan menyebut pembaruan buku sejarah nasional penting dilakukan agar materi sejarah Indonesia dapat disesuaikan dengan perkembangan penelitian terbaru sekaligus menjawab tantangan generasi muda dalam memahami sejarah bangsa.
Fadli menegaskan pemerintah ingin menghadirkan buku sejarah yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mudah dipahami masyarakat luas, termasuk pelajar dan generasi muda.
Sebelumnya, proyek penulisan ulang sejarah nasional sempat menjadi perhatian publik karena muncul kekhawatiran terkait objektivitas penulisan dan potensi penghilangan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kebudayaan memastikan proses penyusunan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai perspektif akademik. Pemerintah juga menyatakan penulisan sejarah nasional tetap mengedepankan prinsip ilmiah dan berbasis data historis yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain untuk kebutuhan literasi publik, buku sejarah nasional tersebut juga diproyeksikan menjadi salah satu rujukan penting dalam pengembangan materi pendidikan sejarah di Indonesia.













