Koma.id– Sejumlah pihak mulai angkat suara mengenai gemuknya Kabinet Merah Putih di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia, Teuku Riefky, memberikan catatan serius terkait potensi inkoherensi kebijakan yang dapat muncul di antara kementerian-kementerian. Banyaknya kementerian dinilai bisa berdampak negatif terhadap perekonomian jika koordinasi tidak berjalan lancar.
Tak hanya Riefky, Ekonom sekaligus Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, juga mengingatkan bahwa kabinet yang terlalu gemuk berisiko menyulitkan koordinasi antar lembaga, yang bisa memperlambat proses pengambilan keputusan penting di bidang ekonomi.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
Namun, di tengah kekhawatiran tersebut, Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa gemuknya kabinet tidak akan membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Anggito, semua sudah dianggarkan dan diperhitungkan secara matang, sehingga tidak akan ada dampak buruk bagi APBN akibat banyaknya kementerian di kabinet Prabowo.
Dengan demikian, pemerintah menjamin bahwa kabinet yang besar ini sudah disesuaikan dengan kebutuhan, dan tidak akan mengganggu stabilitas anggaran negara.







