Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Ilmuan BRIN Pastikan Ba’alawi Bukan Keturunan Rasulullah : Keturunan Nabi Ibrahim Saja Bukan!

Views
×

Ilmuan BRIN Pastikan Ba’alawi Bukan Keturunan Rasulullah : Keturunan Nabi Ibrahim Saja Bukan!

Sebarkan artikel ini
Sugeng Pondang Sugiharto
Pakar genetika sekaligus peneliti BRIN, Sugeng Pondang Sugiharto.

KOMA.ID, JAKARTA – Pakar genetika dan peneliti BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Sugeng Pondang Sugiharto menyebut bahwa Bani Alawi atau Ba’alawi bukanlah keturunan Rasulullah SAW. Hal ini disampaikan berdasarkan penelitian terhadap sample DNA (Asam Deoksiribonukleat).

“Jadi dari situ saya baru yakin bahwa Ba’alawi bahkan keturunan Nabi Ibrahim saja bukan. Jadi mustahil keturunan Nabi Muhammad. Karena datanya ada,” kata Sugeng dalam podcast bersama Rhoma Irama Official, Minggu (7/7).

Silakan gulirkan ke bawah

Berdasarkan jurnal dan hasil penelitian DNA tersebut, ternyata Bani Alawi dan Bani Ismail maupun Bani Ishak pun tidak terkoneksi.

“Science itu harus terukur, jadi dari DNA mereka tidak menampakkan bahwa mereka itu sepupu,” jelasnya.Kemudian ia menjelaskan bahwa berdsarkan tracking yang dilakukan, di Indonesia lebih banyak adalah keturunan dari Bani Harun dan Bani Ismail. Salah satunya adalah Anies Rasyid Baswedan. Sebab, klan Baswedan ternyata bersambung dengan Nabi Ismail.

“Di Indonesia ada keturunan Nabi Ibrahim, jadi ada keturunan Nabi Harun dan Nabi Ismail. Bani Zubaidi itu Bani Adnan, Bani Tamim juga Bani Adnan. Kalau Baswedan bukan Bani Adnan tapi Bani Ismail. Jadi ada keturunan Nabi di Indonesia, tapi Nabi Ismail dan Nabi Harun,” ujarnya.

Sementara untuk keturunan Sayyidina Ali bin Abi Thallib yang selama ini banyak diklaim sejumlah kalangan ternyata tidak ditemukan.

“Ada beberapa yang berkata bahwa di Indonesia ada keturunan Sayyidina Ali, tapi saya belum lihat. Tapi keturunan Sayyidina Ali yang di luar negeri sudah banyak yang sudah tes DNA,” terangnya.

Bahkan lebih jauh lagi, Sugeng menerangkan bahwa untuk konteks Bani Alawi atau kaum Alawiyyin, pun tidak serta merta berada dalam satu kakek yang sama. Sebab berdasarkan data yang ia pegang, mereka yang mengaku Bani Alawi terhubung dengan 12 kakek yang berbeda.

“Karena kalau secara DNA, kakek bersama antara bani Alwi, start cluster bani Alwi, jadi di antara bani Alwi ini tidak satu kakek, kira-kira 12 kakek. Start cluster yang kakek bersamanya 1.100 tahun yang lalu, (bani) Ubaidillah. Ini kalau DNA-nya kakek bersamanya dengan Bani Ibrahim itu 40.000 tahun yang lalu. Karena Nabi Ibrahim tidak sampai 6.000 tahun yang lalu,” papar Sugeng.

Dengan demikian, ia berkesimpulan bahwa Bani Alawi tidak terhubung dengan Nabi Ibrahim, yang mana jika ditarik garis keturunan, Nabi Muhammad SAW berada di jalur garis keturunan Nabi Ibrahim as.

“Itu yang kita pakai alasan menolak nasab, karena Nabi Ibrahim tidak mungkin hidupnya 4.000 tahun yang lalu. Jadi kalau DNA membuat umur hidup kakek bersamanya jauh dari bukti sejarah, klaim itu kita tolak,” tandasnya.

Sejauh yang ia tahu, sebenarnya hanya ada dua orang di Indonesia yang memiliki nasab langsung bersambung kepada Nabi Muhammad SAW. Hanya saja kata Sugeng, keduanya diklaim sebagai Ba’alawi.

“Hanya dua yang keturunan Rasulullah, tapi di-ba’alawikan itu. Karena yang satu orang keturunan Musa Al Kadzim, satu orang lagi keturunan Sayyidina Hasan. Padahal Ba’alawi mengklaim keturunan Sayyidina Husein,” terang Sugeng.

“Sayyid Musa Al Kadzim itu bukan kakeknya Ba’alawi kan, walau itu dzurriyah Nabi, jadi baru ketemu dua orang itu keturunan Nabi, tapi bukan keturunan Ubaidillah kalau secara DNA,” sambungnya.

Lantas, Sugeng pun menerangkan bahwa setiap orang memiliki catatan sejarah yang bisa dibaca melalui DNA. Di mana setiap orang akan memiliki jalur mutasi bercabang yang bisa ditemukan dengan Family Tree.

Sugeng menyebut kode keturunan Nabi Ibrahim diawali dengan J. Kode J ini adalah superglad yang akan melahirkan sub blood group di bawahnya. Walaupun Nabi Muhammad SAW memiliki genetik J, namun tidak semua orang yang ber-DNA J adalah keturunan Nabi Muhammad.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukannya, ia menarik kesimpulan bahwa Bani Alawi yang selama ini dicatat oleh Rabithah Alawiyyah sebagai keluarga keturunan Rasulullah SAW, adalah tidak benar.

“Ba’alawi ya (sebagai keturunan) bani Ibrahim aja batal, karena nggak ada data pendukungnya,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.