Koma.id– Iklim global saat ini mengalami perubahan signifikan dari fase El Nino yang panas menuju La Nina yang dingin, dimulai sejak bulan Juli ini. Perubahan cuaca ini tidak hanya berdampak lokal, namun juga berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi global, termasuk di Indonesia, dengan kemungkinan memicu lonjakan inflasi.
Head of Equity Research Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro, mengungkapkan hasil temuannya yang mengindikasikan bahwa dampak La Nina terhadap inflasi bahan pangan di Indonesia bisa menjadi lebih parah.
Sejumlah Titik di Jakarta Gelap Sabtu Malam
Musim hujan yang lebih intens dan cuaca dingin dapat menyebabkan kegagalan panen di berbagai wilayah, mengakibatkan kenaikan harga bahan pangan yang signifikan.
Dia juga memperingatkan tentang dampak La Nina terhadap komoditas global seperti minyak, CPO (Crude Palm Oil), beras, kopi, jagung, kakao, dan lainnya. Fenomena La Nina cenderung memperparah musim dingin di Amerika Utara dan meningkatkan curah hujan di Asia Tenggara, Australia, dan Amerika Latin, yang berpotensi mengganggu produksi dan pasokan komoditas global yang vital bagi pasar internasional.







