Koma.id– Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, mengungkapkan keinginannya agar partainya mendapatkan jatah lima kursi menteri dalam kabinet calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto.
Namun, Gerindra menolak memberikan tanggapan lebih lanjut terkait permintaan tersebut.
Pasalnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan tanggapan mendalam terkait persoalan ini.
“Mohon maaf kami belum bisa memberi tanggapan terlalu jauh persoalan ini,” ujar Habiburokhman kepada wartawan, Sabtu (16/3/2024).
Menurutnya, belum ada pembahasan terkait jabatan menteri di kabinet pemerintahan yang akan datang, karena fokus mereka masih pada pengawalan rekapitulasi Pemilu.
Jadi hal terkait jabatan menteri belum dibahas secara resmi. Dia mengungkapkan bahwa pembicaraan tersebut mungkin akan dimulai setelah penetapan pemenang Pemilu yang resmi.
“Sepengetahuan saya hal ihwal terkait jabatan menteri belum dibahas,” tegas pria yang juga menjabat Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran.
Sebelumnya, Airlangga Hartarto secara terang-terangan menyampaikan permintaan partainya untuk mendapatkan lima kursi menteri dalam kabinet Prabowo.
Alasannya adalah karena Golkar berhasil memenangkan pemilihan di 15 dari 38 provinsi.
Airlangga menekankan bahwa kontribusi Golkar dalam kemenangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka sangatlah signifikan.
Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa partainya berhak mendapatkan jatah menteri yang sesuai dengan kontribusinya.













