Koma.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan bahwa NU tidak tergesa-gesa untuk mengumumkan awal Ramadan 1445 H. Menurut Yahya, penetapan Ramadan tetap akan melihat hilal nantinya.
Sebelumnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan 1445 H jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Penetapan ini dilakukan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.
“Mengenai puasa, silakan Muhammadiyah mengumumkan 11 Maret, tetapi NU jelas baru bisa mengumumkan awal Ramadan itu setelah melihat hilal pada saat saatnya nanti,” kata Yahya di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (18/1/2024).
Yahya menuturkan, NU menetapkan permulaan bulan berdasarkan Rukyatul hilal. Nantinya dalam memantau hilal, NU akan mengirimkan sejumlah tim untuk melakukan pemantauan di sejumlah lokasi, seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Pada saatnya nanti, NU seperti biasa akan mengirim tim untuk memantau hilal, memantau bulan pada awal bulan. Kalau memang sudah terbit akan segera diumumkan sebagai awal Ramadan. NU menetapkan permulaan bulan berdasarkan Rukyatul hilal, tidak berdasarkan hisab,” jelas Yahya.













