KOMA.ID – Pendiri MURI (Museum Rekor Indonesia), Jaya Suprana menganugerahkan penghargaan atas rekor yang dilakukan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam agenda Deklarasi Pemilu Damai. Yang mana di dalam kegiatan itu disisipi oleh kirab bendera partai politik terbanyak di dunia.

“Piagam Rekor Dunia Indonesia dianugerahkan atas rekor kirab bendera partai politik peserta pemilu secara estafet melalui daerah terbanyak yang pernah diselenggarakan di dunia,” kata Jaya Suprana saat menyerahkan piagam penghargaan rekor MURI di kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/11).

Dalam sambutannya, Jaya Suprana menyatakan bahwa dirinya baru pertama kali melihat kirab bendera partai politik terbanyak di Indonesia. Menurutnya, apa yang dilakukan KPU hari ini sangat membanggakan bagi dirinya maupun masyarakat Indonesia.

“Saya belum pernah menyaksikan suatu penyelenggaraan pemilu seperti yang hari ini saya saksikan. Terima kasih kepada KPU, anda membuat saya bangga menjadi warga bangsa Indonesia,” ujarnya.

Bahkan diklaim Jaya Suprana, rekor ini bukan hanya tercatat di Indonesia saja, melainkan di dunia. Sebab, kirab bendera partai politik ini dinilainya belum pernah terjadi bahkan di dunia internasional sekalipun.

“Rekor hari ini jelas jelas bukan rekor sembarang rekor, dan bukan rekor Indonesia, tapi rekor dunia,” terangnya.

Lebih lanjut, ia pun mengatakan bahwa di balik rekor ini, sebenarnya ada sebuah harapan besar yang menjadi angan-angan masyarakat Indonesia. Yakni pelaksanaan pemilu 2024 yang baik dan damai.

“Namun anugerah rekor ini disertai harapan, tolong KPU anda benar-benar selenggarakan pemilu 2024 sebagai pemilu damai. Itu yang didambakan seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Oleh sebab itu, dirinya pun berpesan kepada KPU sebagai penyelenggaraan pemilu untuk memastikan bahwa pelaksanaan pemilu nanti bisa berjalan dengan sangat berintegritas, sebab ini juga menjadi upaya untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga negara.

“KPU, tolong anda pulihkan kepercayaan rakyat Indonesia kepada lembaga negara. Belakangan ini terjadi krisis kepercayaan terhadap lembaga pemerintahan oleh bangsa Indonesia. Tapi saya yakin KPU kalau benar-benar berhasil menyelenggarakan pemilu ini secara damai, KPU ini akan pulihkan kepercayaan bangsa Indonesia kepada pemerintahnya,” tuturnya.

Pun demikian, Jaya Suprana pun menyatakan bahwa untuk melaksanakan pemilu damai dan jujur serta adil tidak bisa dijalankan oleh KPU sendiri. Akan tetapi perlu ada campur tangan dari pihak-pihak lain, khususnya para peserta pemilu.

“Saya yakin KPU tidak mungkin bekerja sendiri, keberhasilan ini tergantung pada peserta pemilu dan terutama terutama kepada 6 putra terbaik republik Indonesia yang terpilih menjadi capres cawapres masa bakti 2024-2029,” tukasnya.

“Maka kepada anda semua para capres cawapres, kami mohon berkenan anda untuk mendukung KPU memulihkan kepercayaan bangsa Indonesia kepada lembaga pemerintah,” pungkasnya.