Koma.id– Dalam suasana yang terus memanas menjelang Pemilu 2024, perdebatan mengenai Panitia Kerja (Panja) Polri menjadi sorotan tajam. Namun, di tengah pro kontra ini, Polri telah menjalankan fokus utamanya, dengan membuktikan institusinya tidak terlibat dalam mendukung pasangan capres cawapres. Demikian kata Researcher, Department of Politics and Social Change CSIS, Dominique Nicky Fahrizal dalam Podcast Koma Indonesia, Jumat (24/11/2023).
“Apabila tidak terbukti maka Polri taat pada institusi. Kalau lolos pada ujian ini maka akan naik level, jadi kalau pemilu lima tahun akan datang lagi akan semakin baik menghadapi,” katanya.
Lalu terkait pertanyaan mendasar muncul terkait peran Panja ini, apakah DPR benar-benar bekerja untuk menangkap inspirasi masyarakat, ataukah ini hanya sebuah manuver politik? Fahrizal menjelaskan bahwa efektivitas Panja ini tergantung pada dukungan masyarakat, jadi DPR tidak bisa berjalan sendiri kalau ingin merealisasikan.
“Jika tidak, ini mungkin hanya menjadi manuver partai politik. Namun, jika didukung luas, ini akan menjadi aspirasi masyarakat,” tambahnya.
Fahrizal menambahkan, esensi berdemokrasi memang kerap kali disertai dengan kebisingan dan kerumitan. Demokrasi tidak selalu nyaman, namun bagi mereka yang memilihnya, harus siap menghadapi dinamika tersebut. Jadi saat ini yang terpenting adalah keterlibatan rakyat sangat penting dalam mengawal Pemilu agar berintegritas.
“Namun rata-rata incumben nah ini tinggal mereka mau wacana saja atau bekerja sama dengan rakyat. Kalau nggak ada keterlibatan rakyat ya ini hanya cuma wacana-wacana aja,” tutupnya.













