Koma.id– Demonstrasi yang terjadi saat kunjungan Menteri Investasi dan Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia, ke Rempang Batam diduga ada keterlibatan oknum Warga Negara Asing (WNA) dari Singapura.
Menurut Tenaga Ahli Menteri Investasi, Rizal Calvary Marimbo, beberapa WNA yang juga merupakan pengusaha telah terindikasi terlibat dalam demonstrasi tersebut. Mereka diklaim memiliki lahan garapan ilegal di Rempang yang telah mereka kuasai selama bertahun-tahun.
Belasan Ribu Massa di Jember Dukung Program Strategis Prabowo, Minta MBG Tetap Dilanjutkan
Saat pemerintah akan mengatur ulang tata ruang di Rempang, para WNA ini merasa terusik dan diduga telah menghasut warga, terutama ibu-ibu dan LSM, untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintah lokal, BP Batam, dan pemerintah pusat.
“Kita identifikasi ada WN Singapura menjadi penggerak demo di Rempang. Jadi, demo kemarin itu tidak murni lagi aspirasi warga Rempang. Ada otak dan donaturnya dari luar,” ujarnya Rizal dalam keterangannya.
Dugaan keterlibatan pengusaha WNA dalam demonstrasi ini menjadi fokus perhatian dan memunculkan pertanyaan. Masyarakat juga berharap pemerintah menangani permasalahan ini dan memastikan ketertiban dalam proses pembangunan kawasan tersebut.







