Koma.id– Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Nailul Huda, mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dimoratorium selama dua hingga tiga bulan agar pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola dan pelaksanaannya.
Sebab, persoalan utama MBG berawal dari desain program yang disusun terburu-buru sehingga pelaksanaannya kacau, ditambah minimnya transparansi dalam penunjukan dapur dan yayasan yang berpotensi membuka celah korupsi.
“Desain awal program MBG ini sudah salah dengan persiapan yang terburu-buru. Akibatnya program dijalankan dengan prinsip yang penting jalan sehingga pelaksanaannya menjadi kacau,” kata Huda dikutip.
CELIOS juga mendesak pemerintah mengaudit seluruh dapur MBG untuk menelusuri kualitas layanan dan kemungkinan adanya afiliasi dengan pihak tertentu. Sehingga, evaluasi total lebih penting daripada sekadar efisiensi anggaran agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Saat ini berbagai masalah tengah membayangi program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu. Mulai dari dugaan korupsi, kasus keracunan makanan yang berdampak pada puluhan ribu anak, hingga perubahan fokus pemerintah dari perluasan penerima manfaat menjadi peningkatan kualitas layanan dan pengawasan keamanan pangan.







