KOMA.ID – Komisaris Utama PT KAI, Said Aqil Siroj mengakui sempat terkejut ketika ternyata instansinya bisa disusupi oleh jaringan terorisme.
Dengan sistem kebhinekaan yang telah dibangun selama ini, Said justru mengakui masih saja ada celah kecolongan penyebaran benih intoleran dari kasus salah satu karyawan di PT KAI.
“Benih dan benih radikal intoleran sedang menguat mengoyak Kebhinnekaan dan saya sebagai Komut KAI kaget betul, eh ternyata di KAI ada teroris. Kita kecolongan betul,” kata Said pada Jumat (8/9).
Dengan penampilan yang terbilang rapih, Said Aqil juga mengaku pangling ketika penampilan oknum teroris mengalami perubahan drastis dari biasanya.
“Dan tampangnya tidak mencurigakan, ganteng, tanpa jenggot, nggak berjenggot, nggak hitam, biasa, itu petugas langsir di Stasiun Jakarta Pusat ternyata teroris,” ujarnya.
Dengan kasus seperti ini, Said Aqil pun makin merasa yakin bahwa penyebaran paham radikalisme di internal pemerintah juga pasti masih banyak terjadi.
“Dan saya yakin masih ada, di beberapa BUMN, masih banyak, masih ada atau masih banyaklah,” imbuhnya.













