Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Cuaca Extreme Di Korsel, Presiden Jokowi Perintahkan Menlu Pantau Kontigen Jamboree Pramuka Indoensia

Views
×

Cuaca Extreme Di Korsel, Presiden Jokowi Perintahkan Menlu Pantau Kontigen Jamboree Pramuka Indoensia

Sebarkan artikel ini
Cuaca Extreme Di Korsel, Presiden Jokowi Perintahkan Menlu Pantau Kontigen Jamboree Pramuka Indoensia
Foto Para Kontigen Indonesia saat Jamboree (Sumber : Republikanews)

Koma.id, Jambore Pramuka Dunia 2023  atau World Scout Jamboree digelar di Saemangeum, Provinsi Jeolla Utara, Korea Selatan pada 1-12 Agustus 2023. Jamboree tersebut menuai sorotan dunia usai cuaca ekstrem dan tuduhan persiapan yang kurang matang.

Para peserta Jamboree harus berhadapan dengan cuaca extreme dengan suhu yang mencapai 40 derajat Celsius. Selain itu, sejumlah fasilitas yang dianggap kurang memadai bagi para peserta dan kondisi tempat perkemahan yang basah akibat hujan yang cukup deras sehari sebelum acara. Kondisi ini membuat ratusan peserta dilarikan ke rumah sakit, karena kondisi kelembapan dan panas yang tinggi.

Silakan gulirkan ke bawah
Lokasi Pekemahan Di Korea Selatan (sumber : Antaranews)

Hal tersebut membuat Presiden Jokowi mengambil sikap dengan meminta Kementerian Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk memantau 1500 peserta Indonesia yang mengikuti Jamboree dan terkena cuaca extreme di Korea Selatan.

“Saya sudah perintahkan menteri Luar Negeri RI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk selalu memantau dan memonitor, ” Kata Jokowi saat meresmikan arena olahraga dalam ruang Indonesia arena di Kompleks Gelora Bung Karno

Menurut Jokowi, tak ada laporan cuaca extreme tersebut bahaya bagi pramuka Indonesia hingga harus di pulangkan ke Indonesia.

Sementara menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, mengungkapkan bahwa pihaknya terus berkomunikasi dengan panitia pelaksana Jamboree dan mengatakan bahwa kontigen Indonesia mayoritas dalam keadaan baik.

Lebih lanjut Retno menyebutkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan tim KBRI di Seoul. Tim KBRI disebut telah beberapa kali mengunjungi lokasi Jamboree digelar. Menurut Retno, cuaca panas ekstrem menjadi salah satu tantangan yang dihadapi para peserta Jambore Pramuka Dunia.

“Memang tantangannya berat sekali terutama dari sisi cuaca karena memang panas sekali dan dari waktu ke waktu saya terus pantau mereka melalui kedutaan kita di Seoul. Jadi alhamdulillah anak-anak dalam kondisi baik,” jelas Retno.

 

 

 

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.