Koma.id – Pengamat politik Ipang Wahid punya pandangan sendiri mengenai pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gelora Bung Karno beberapa waktu lalu.
“Pilpres sekarang ini adalah pilpres yang paling islami di Indonesia karena azasnya adalah Samina wa athona, tunduk dan patuh,” kata Ipang dikutip Koma.id dari kanal YouTube TotalPolitik, Minggu (2/7/2023).
Prabowo Hadir di Paripurna DPR
“Jadi semua ketua umum dan semua capres itu semua tunduk dan patuh, menurut gue menarik ya,” kata Ipang Wahid.
Menurut Ipang dan sebagimana ditanyakan para host dalam tayangan tersebut, Jokowi memposisikan dirinya sebagai presiden saat menyampaikan pesan politik tersebut.
“Kalau di sebagai kader PDIP pasti dia akan bajunya merah, pasti gak akan pakai lencana kepresidenan. Jadi ya harus kita sikap ya itu memang sebagai presiden,” kata Ipang.
Sekarang Pejabat Gemar Bohong, Prof Romli Sampai Singgung Lebih Baik Ustadz Jadi Presiden
Ipang melihat bahwa, pada posisi itu dapat membuat posisi Jokowi lebih nyama dan tenang sehingga dinilai belum dapat menyampaikan secara tegas untuk mengkampanyekan kandidatnya.
“Dan itu juga membuat Pak Jokowi jadi lebih tenang kan, lebih nyaman. Kalau pakai ini (lencana) gak mesti harus punya kewajiban untuk secara frontal berkampanye untuk satu kandidat gitu kan,” ujarnya.
“Tapi memang kelihatan bahwa bahasa tubuhnya Pak Jokowi ya ada batasan. Dari gesturnya, ngomongnya kan jelas. Tapi kan sekali lagi itu kan pilihan. Memilih datang ke situ sebagai presiden atau memilih sebagai kader partai,” pungkas Ipang.











