Koma.id – Aksi teror terhadap Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, terus dikecam. Masyarakat mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas motivasi pelaku melakukan penembakan ke Kantor MUI ini.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas angkat bicara terkait peristiwa ini. Ia menilai penembakan di kantor MUI adalah tindak kekerasan, dan tidak bisa dibenarkan, apa pun motif dan tujuannya.
“Saya sangat mengecam setiap tindak kekerasan, termasuk penembakan yang terjadi di kantor MUI,” tegas Menag di Surabaya, Selasa (2/5).
Terkait tewasnya pelaku penembakan Kantor MUI Pusat, Menag Yaqut meyakini bahwa penyidik Polri akan bekerja secara profesional untuk mengusut pelaku secara menyeluruh.
“Saya mendengar bahwa pelaku meninggal. Saya yakin Polri profesional,”imbuhnya.
Dari alamat yang tercamtum di KTP, diketahui pelaku merupakan warga Provinsi Lampung. Menag Yaqut meminta pihak kepolisian berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk mengidentifikasi identitas dan riwayat hidup pelaku.
“Kita dukung Polri untuk mengidentifikasi pelaku,” tutup Menag Yaqut.
Sebagai informasi, penembakan di kantor MUI terjadi hari ini, sekitar pukul 11.24 WIB. Peristiwa itu menyebabkan kaca kantor MUI pecah. Pelaku yang menggunakan airsoft gun melukai satu staf resepsionis dan petugas keamanan kantor MUI.












