Koma.id – Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy mengatakan, koalisi besar bakal sulit terbentuk di Pilpres 2024 mendatang.
“Saya melihat bahwa pilpres besok itu koalisi besar agak susah terbentuk,” kata Romy dalam podcast di kanal Youtube Akbar Faizal Uncensored dilihat Koma.id pada Jumat (21/4/2023).
“Bahwa kemudian katakanlah salah seorang tokoh PDIP mengatakan kami mau bergabung ke koalisi besar asalkan kami capres dan itu dilandasi kekhawatiran jangan-jangan kubu nasionalis ini akan kalah,” kata dia.
Menurut Romy, hal tersebut sudah ada dalam hitungan masing-masing tokoh-tokoh nasionalis bahkan Presiden Jokowi sendiri pun sudah punya hitungannya.
“Tetapi saya melihat peta ini akan sangat dinamika Pak Moeldoko nanti. Buat saya menjadi penting itu,” kata dia.
“Kalau kemudian Anies rontok koalisi besar ini gak mungkin terbentuk, gak ada gunanya. Nanti jadi akan Ganjar versus Prabowo kalau bahasa saya,” tambah Romy.
Ditambahkan Romy, pengusungan Ganjar hanya soal waktunya saja. “Kalau menurut FX Rudy ya bahwa akan didekalrasikan sebagai capres, saya pinjam kalimat dia,” kata Romy.
“Bisa jadi Ganjar-Sandi versus Prabowo-Erick itu yang kemudian petanya yang menjadi all the president’s man gitu,” tegas dia.
“Tetapi kalau Anies masih ada, mereka akan hitung. Partai-partai nasionalis ini terutamayang punya Prabowo dan punya Ganjar ini akan berhitung kalau kemudian ini dibikin strategi dua putaran yang masuk putaran kedua siapa?,” tukasnya.
=-=-=-












