Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaNasionalRagam

BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN, Ratusan Dapur MBG Disuspend

Views
×

BGN Pecat 261 Pegawai Non-ASN, Ratusan Dapur MBG Disuspend

Sebarkan artikel ini
Logo Mbg

Koma.id | Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan langkah tegas dengan memberhentikan ratusan pegawai non-Aparatur Sipil Negara (ASN) serta membekukan ratusan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta.

Sudaryono menyebutkan, sebanyak 261 pegawai non-ASN diberhentikan per 27 Juli 2026. Rinciannya terdiri atas 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.

Silakan gulirkan ke bawah

“Pegawai non-ASN ini diberhentikan, salah satu dan paling besar adalah karena adanya pelanggaran, tidak disiplin, dan lain-lain,” ujarnya. (27/07).

Selain itu, BGN juga memproses 48 pegawai ASN dan PPPK yang diduga melakukan pelanggaran. Dari jumlah tersebut, 9 orang terindikasi melakukan pelanggaran berat dan berpotensi dipecat, sementara 39 lainnya dikenai sanksi disiplin ringan berupa mutasi, demosi, atau peringatan administrasi.

Sudaryono menegaskan, pelanggaran berat yang ditemukan antara lain keterlibatan dalam judi online dan dugaan penggelapan dana program.

“Jangan dipikir ngentit duit sedikit itu enggak ketahuan. Demi menyelamatkan yang banyak yang baik, ya harus kita hukum orang-orang yang tidak baik,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono juga mengumumkan pembekuan 833 dapur MBG di tiga wilayah. Rinciannya:

  • Wilayah I (Sumatra): 98 dapur
  • Wilayah II (Jawa dan Madura): 311 dapur
  • Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Bali, Maluku, Papua): 424 dapur

“Dapur yang disuspend ini bukan seperti dulu, tetap dibayar. Kalau sekarang sudah suspend, tutup, tidak dibayar. Ini betul-betul suspend karena pelanggaran,” jelas Sudaryono.

Alasan pembekuan antara lain terkait higienitas, kualitas makanan yang tidak memenuhi standar, hingga masalah instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sudaryono menegaskan, dapur yang tidak mampu memenuhi persyaratan meski sudah diberi kesempatan perbaikan akan disuspend secara permanen.

Sudaryono menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen BGN untuk melakukan “bersih-bersih” internal. “Saya sebagai kepala badan yang baru, saya putuskan, yang enggak benar ya harus di-cut,” katanya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.