Koma.id – Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah merespons pengakuan Pelaksana Harian (Plh) Dirjen Mineral dan Batubara (Minerba), M Idris Froyoto Sihite, soal surat kaleng yang memicu demonstrasi eks pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Lewat akun Twitter pribadinya, Fahri mengomentari pemberitaan berisi pengakuan Idris Sihite soal polemik dokumen yang ditemukan tim penyidik KPK, yang dituduh sejumlah pihak sebagai kebocoran dokumen pada kasus di Kementerian ESDM. Pada pemberitaan itu Idris membantah disebut dokumen, tapi hanya surat kaleng.
“Waduh, surat kaleng rupanya,” ujar Fahri, melalui akun Twitter @Fahrihamzah, Minggu pagi (16/4).
Fahri juga turut menyindir, karena sebelumnya para mantan pimpinan maupun pegawai KPK menggelar demonstrasi di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan. Mereka diketahui bahkan meminta agar Firli Bahuri mundur dari jabatan Ketua KPK.
Para mantan yang menggelar demonstrasi di antaranya Abraham Samad, Saut Situmorang, dan Bambang Widjojanto. Sedangkan mantan pegawai KPK yang turut hadir adalah Novel Baswedan.
Mengomentari pernyataan Idris soal surat kaleng itu, Fahri juga mencolek akun Twitter Novel Baswedan
“Para mantan sudah demo segala, gimana ini bang? Bukankah fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan?” pungkas Fahri sembari mentag akun Twitter Novel Baswedan dan Said Didu.











