koma.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Totok Hariyono mengatakan politik identitas memang tak bisa dihindarkan dari proses Pemilu. Namun Bawaslu yakin kontestan Pemilu 2024 nanti tak menggunakan politik identitas yang memecah belah bangsa.
“Tidak hanya Pak Anies ya, Politik identitas itu memang pemberian yang memang tidak bisa di hindarkan, pasti tidak bisa. Tapi bagaimana kita mengelola politik indentitas itu tidak menuju perbedaan, tidak untuk menegasi yang lainnya. Tapi perbedaan itu untuk mencari persamaan dan membangun bangsa ini, tujuannya kan itu, jangan sampai identitas menjadi alat untuk polarisasi itu kemampuan kita. Kemampuan calon negarawan untuk me manage identitas menjadi sesuatu untuk kebaikan, bukan malah memecah.” ujar Totok Hariyono.
Totok Hariyono yakin bahwa para calon pada Pemilu 2024 adalah negarawan yang paham dengan dampak penggunaan politik identitas untuk memecah belah dan mempolarisasi masyarakat. Sebagai negarawan yang baik, para calon harus belajar dari pengalaman masa lalu, seperti kejadian pada Pemilu 2019. Totok Hariyono mengatakan bahwa media sosial sudah terbuka untuk memberikan informasi tentang pentingnya pengelolaan identitas pada Pemilu mendatang.








