Koma.id– Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia saat ini menjadi negara yang disukai dan dicari banyak negara karena konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok serta tidak ingin memiliki musuh.
Dalam pidatonya pada pembukaan Munas HIPMI di Bandar Lampung, Prabowo menjawab kritik terkait seringnya kunjungan ke luar negeri dengan menjelaskan bahwa situasi geopolitik dunia yang tidak menentu menuntut Indonesia untuk menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan semua kekuatan besar.
“Kita sebagai negara yang disukai oleh banyak negara. Indonesia sekarang disukai. Indonesia dicari karena Indonesia dikenal tidak mau punya musuh,” kata Prabowo.
Ia menegaskan melanjutkan warisan para pendiri bangsa dengan prinsip “seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” sehingga Indonesia dapat bersahabat baik dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Presiden Tiongkok Xi Jinping, serta negara-negara besar lain seperti India dan Brasil.
Menurut Prabowo, sebagai negara terbesar di ASEAN dan anggota OKI, BRICS, serta G-20, Indonesia harus memenuhi undangan dan memelihara hubungan baik dengan seluruh negara demi kepentingan rakyat.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir dirinya menerima 18 duta besar yang membawa undangan resmi dari kepala negara dan pemerintahan masing-masing untuk berkunjung ke negara mereka.
“Sekarang saya tanya kepada-saudara, ya, kan ada ada yang sok lebih pintar dari segala-galanya ya sudah, bayangkan saya Presiden Indonesia saya dipilih oleh rakyat untuk menjaga rakyat Indonesia, sekarang kalau ada negara super power katakanlah Presiden Trump, mengundang saya ke Amerika, berani saya enggak datang? Hah? Kalau Presiden Amerika Serikat mengundang dan Presiden Indonesia enggak hadir, hah, coba saja,” katanya.







