Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Politik

Jelang Pilpres, Rizal Ramli Peper Habib Rizieq

Views
×

Jelang Pilpres, Rizal Ramli Peper Habib Rizieq

Sebarkan artikel ini
Rizieq dan Rizal Ramli
Habib Rizieq dan Rizal Ramli di Petamburan, Jakarta Pusat.

KOMA.IDEkonom, Rizal Ramli mendadak mendatangi Habib Rizieq di Petamburan. Kedatangan itu diklaim Rizal hanya sebatas silaturrahmi semata.

“Kami sudah kenal lama sejak tahun 2000’an. HRS (Habib Rizieq Shihab -red) konsisten memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam konteks negara Pancasila dan dengan kadang-kadang keras tapi damai,” kata Rizal Ramli dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/1).

Silakan gulirkan ke bawah

Dalam paparannya itu, eks Menko Kemaritiman era Presiden Jokowi – Wapres Jusuf Kalla ini menegaskan, bahwa negara tidak boleh membeda-bedakan bangsanya atas dasar suku, ras, agama dan golongan.

“Kami ingin menegaskan bahwa dalam negara yang mengakui sejak awal Bhineka Tunggal Ika, perbedaan-perbedaan agama, suku dan warna kulit sudah selesai demi tujuan keadilan, kemakmuran dan kedamaian rakyat dan bangsa kita. Perbedaan-perbedaan itu justru harus menjadi kekayaan dan ikatan kuat kebangsaan kita,” tuturnya.

Pun demikian, ia menyayangkan bahwa saat ini masih ada saja elite kekuasaan yang terus menerus memojokkan agama, mengadu domba agama yang tidak sesuai dengan substansinya.

“Bahkan dengan menggunakan cara-cara berbayar untuk mempertahankan status quo yang tidak kompeten dan mengalihkan rakyat dari masalah-masalah riil yang dihadapi bangsa kita, terutama kesulitan ekonomi rakyat, hukum yang tidak adil, dan kecenderungan otoriter,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, ia mengutuk keras siapa pun yang melakukan upaya tidak baik itu terus dilakukan.

“Kami mendesak agar pojok-memojokkan agama itu dihentikan, karena itu menyesatkan dan anti Pancasila,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu pula, Rizal Ramli mengajak para tokoh agama untuk bisa bersama-sama memperjuangkan keadilan di Indonesia dengan cara-cara yang baik dan konstitusional.

“Kami juga menyerukan agar agama-agama di Indonesia bersama-sama berjuang untuk menegakkan keadilan dan kemakmuran untuk seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.

Oleh sebab itu, menyambut tahun politik yang akan dilakukan pemilihan umum baik legislatif dan eksekutif agar bisa diproyeksikan untuk mencari pemimpin yang bisa membawa Indonesia menjadi negara yang baik.

“Mari kita gencarkan nilai-nilai kemanusian, keadilan dan kedamaian untuk mencapai tujuan kemerdekaan Indonesia, rakyat yang cerdas dan makmur, serta memperjuangkan perdamaian dunia,” pungkasnya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.