Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Geger ! Bertebaran Spanduk Tolak Anies Baswedan sampai Kiamat di Sejumlah Kota

Views
×

Geger ! Bertebaran Spanduk Tolak Anies Baswedan sampai Kiamat di Sejumlah Kota

Sebarkan artikel ini
Spanduk penolakan capres Anies sampai Kiamat

KOMA.ID – Spanduk penolakan terhadap Anies Baswedan dengan tulisan “Bapak Politik Identitas Jualan Agama dan Ayat” bertebaran dibeberapa Kota.

Pertama, ada yang terpasang di sebuah jalan di Kota Cirebon, Jawa Barat, sehingga mendapatkan sorotan publik.

Silakan gulirkan ke bawah

Spanduk penolakan Anies ternyata juga terpasang di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso. Spanduk itu diduga sengaja dipasang untuk menjatuhkan citra Anies. Pembuat spanduk tersebut mengatasnamakan dirinya sebagai ‘Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu’.

Spanduk didominasi warna merah dan putih. Spanduk tersebut bertuliskan ‘Bondowoso Menolak Anies Baswedan Sampai Kiamat’. Sampai saat ini belum diketahui siapa dalang di balik Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu tersebut.

Spanduk Tolak Anies sampai KiamatSelain menolak Anies, spanduk itu juga berisi penolakan terhadap politik identitas, PA 212, serta khilafah.

Spanduk berukuran sekitar 5×1,5 meter itu diikatkan ke pohon. Satpol PP telah menurunkan spanduk-spanduk tersebut.

Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan Bondowoso, Haris Humaidi mengatakan,pemasangan spanduk tersebut merupakan salah satu bentuk kampanye negatif. Menurutnya, isi spanduk itu sudah menyudutkan Anies. Salah satunya penggunaan politik identitas.

“Tulisan di banner (spanduk) ini dipasang sepanjang jalan antara kota Bondowoso-Dadapan. Kami mengetahuinya saat kegiatan jalan sehat Jaka Sopan,” kata Haris kepada awak media, Senin (14/11/2922).

Haris menyayangkan adanya tindakan yang dapat memecah belah masyarakat ini. Oleh sebab itu, dia berharap ada proses hukum lebih lanjut dari polisi.

“Tentang pemasangan spanduk yang menyebar fitnah, kami harapkan segera ada tindakan dari aparat penegak hukum yang ada,” ujar Haris.

Meski, hingga saat ini pihaknya belum melapor secara resmi, namun polisi bisa mengambil tindakan cepat. Saat ini Jarnas masih melakukan kajian dan pembahasan terkait motif pemasang spanduk.

Keterangan dihimpun Jarnas, pemasangan spanduk diduga dilakukan pada malam hari, sebelum jalan sehat Jaka Sopan, pada Minggu (13/11).

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.