Koma.id – Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Hadi Priyanto mengungkapkan tim pesepeda Chasing The Shadow Greenpeace (CATS) terpaksa menyudahi perjalanannya menuju titik akhir di Bali.
Keputusan ini dilakukan setelah tim pesepeda mengalami banyak hal seperti penolakan keras yang diduga dilakukan oleh sekempok organiasasi masyarakat (ormas)
“Kita memustuskan perjalanan kita tidak bisa lanjut ke Bali karena kondisinya sudah tidak memungkinkan, tidak kondusif. Kita mengembalikan semua temen-temen kita ke Jakarta dan kota-kotanya, kerumahnya masing-masing,” kata Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (10/11/2022).
Hadi menerangkan bahwa pihaknya merasa tak memungkinkan jika dipaksa melakukan perjalanan kesaksian tersebut lantaran pihaknya juga tak mendapat izin menggelar event di Bali. Event sebagaimana yang telah digelar di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya.
“Iya betul, karena saya rasa juga sudah tidak mungkin untuk lanjut nyebarang. di Jawa Timur kita ditolak di Bali pun juga envet seperti yang akan kita lakukan seperti kota sebelumnya itu juga tidak dapat izin sama sekali jadi kita berfikirya untuk apa kita ke Bali,” tegas Hadi.
DPR RI Dorong Kepastian Kerja PPPK
Hadi berharap, kegiatan pejalanan kesaksian dengan menggunakan sepeda menuju Bali merupakan tur untuk menyaksikan langsung atas yang terjadi dalam krisis iklim yang terjadi hari ini.
Pihaknya juga menegaskan tak ada upaya atau keinginan Greenpeace sendiri untuk tidak mendukung gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang digelar di Bali pekan ini.
“Tapi kenapa intimidasi kepada kami begitu intens ya kami gak sama sekali untuk mengganggu atau membatalkan KTT G20, gak berniat mengacaukan acara mereka,” katanya.
“Yang kita ingin lakukan adalah membawa pesan dan menyampaikan keluhan masyarakat atas krisis iklim dan berharap para pemimpin dunia yang hadir segera melakukan transisi energi yang nyata tentunya untuk mencegah krisis iklim ini yang kian parah. Jadi kita cuman pengen melakukan itu aja gitu,” pungkasnya.
Sebelumnya, aktivis Greenpeace diduga mengalami berbagai macam intimidasi oleh sekelompok ormas dengan menginstrogasi bahkan mengusir tim pesepeda dari kawasan tersebut.
Tim pesepeda tersebut juga dipaksa untuk menandatangi surat perjanjian terkait kegiatannya. Setelah diminta untuk meninggalkan Probolinggo, di Malang pun mengalami hal yang sama sehingga akhirnya terpaksa harus kembali ke Jakarta.













