Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Keamanan

Penangkapan Irjen TM, Ketum BADKO HMI Jabodetabeka Banten Apresiasi Sikap Tegas Kapolri

Views
×

Penangkapan Irjen TM, Ketum BADKO HMI Jabodetabeka Banten Apresiasi Sikap Tegas Kapolri

Sebarkan artikel ini
Fadli HMI
Pjs Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jabodetabeka-Banten periode 2021-2023, Fadli Rumakefing.

KOMA.IDKepolisian Negara Republik Indonesia terhitung sejak beberapa bulan lalu dirundung masalah internal dan yang terkini adalah penangkapan terhadap Irjen. Pol. Teddy Minahasa Putra terkait kasus narkoba yang berujung pada menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut, Senin (16/10).

Menyikapi hal tersebut, Pjs Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Jabodetabeka-Banten periode 2021-2023, Fadli Rumakefing, menilai langkah dan sikap tegas (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo dalam melakukan perbaikan di internal Polri harus diapresiasi dan mendapat perhatian khusus dari rakyat.

Silakan gulirkan ke bawah

Bisa dilihat rentetan peristiwa beberapa bulan belakang telah menguras habis (public trust) terhadap institusi penegak hukum tersebut.

“Penangkapan terhadap Irjen. Pol. Teddy Minahasa Putra, menunjukkan ketegasan dan keteguhan sikap seorang Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melakukan pembersihan di institusi Polri patut diapresiasi sebagai ikhtiar dan upaya mengembalikan (public trust) dan institusi Polri pada tugas pokoknya.”

Memang benar banyak bintang-bintang berguguran di Korps Bhayangkara itu, tapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah perbaikan yang lebih besar.

Ada PR besar yang harus diselesaikan oleh seorang Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memulihkan dan mengembalikan citra dan nama baik institusi. Hal ini dibutuhkan waktu yang cukup banyak tidak bisa dalam sehari atau sebulan saja, butuh waktu dan tenaga yang cukup ekstra.

Di sisi lain, ada upaya reformasi kultural di tubuh Polri, saya pikir ini adalah sebuah langka dan terobosan yang bagus sebagai ikhtiar membenahi insan-insan Polri yang lebih baik kedepan. Apalagi Polri sebagai lembaga penegak hukum yang aktivitasnya bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ke depan diharapkan dengan adanya reformasi kultural ini, ada chemistry yang terbagun antara polri dan rakyat. Bahwa Polri adalah separuh jiwa dari masyarakat yang tidak bisa dilepas-pisahkan.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.