Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Nasional

Viral Video Yel-Yel Papua Merdeka Maba Fisip Univ Cenderawasih, Pengamat Intelijen: Ada Campur Tangan Pihak Lain Bukan Ide Mahasiswa Baru

Views
×

Viral Video Yel-Yel Papua Merdeka Maba Fisip Univ Cenderawasih, Pengamat Intelijen: Ada Campur Tangan Pihak Lain Bukan Ide Mahasiswa Baru

Sebarkan artikel ini
Viral Video Yel-Yel Papua Merdeka Maba Fisip Univ Cenderawasih, Pengamat Intelijen: Ada Campur Tangan Pihak Lain Bukan Ide Mahasiswa Baru
Orientasi Mahasiswa Baru di FISIP Universitas Cenderawasih yang Meneriakkan Yel-yel Papua Merdeka (Tangkapan Layar).

Koma.id, Jakarta – Video amatir yang memperlihatkan puluhan mahasiswa baru sedang mengikuti kegiatan pra kampus atau orientasi mahasiswa meneriakkan yel-yel Papua Merdeka beredar. Video pendek tersebut viral di media sosial dan disinyalir merupakan kegiatan perkenalan kampus di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih, Papua.

Para mahasiswa baru dalam kegiatan itu diajarkan meneriakkan yel-yel Papua Merdeka, dan ini menimbulkan kontroversi di jagad maya.

Silakan gulirkan ke bawah

“Papuaaa,” teriak panitia ospek.

“Merdekaaa,” teriak para peserta orientasi menyahuti yel yang diucapkan panitia.

Dihimpun dari berbagai sumber, diketahui kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 4 Agustus 2022.

Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta turut mengomentari hal ini. Menurutnya, kegiatan ini bisa jadi salah satu alat eksistensi yang memperalat mahasiswa baru.

“Panitia harus bertanggungjawab. Rektor, Dosen dan seluruh pembimbing kegiatan tersebut juga harus bertanggungjawab.” tegasnya, hari ini.

Pengamat Intelijen dan Keamanan, Stanislaus Riyanta. (Foto: Koma.id)

Stanislaus menjelaskan bahwa hal ini pasti ada campur tangan dari pihak lain, bukan ide mahasiswa baru.

“Mahasiswa baru pasti taat aturan, kalau sampai berani melakukan hal yang melanggar apalagi bertentangan dengan prinsip-prinsip bernegara, tidak mungkin kalau hanya murni karena ide dan ulah mahasiswa baru.” sambungnya.

Stanislaus berharap pihak kampus segera mengklarifikasi dan bertanggungjawab. Jika memang ditemukan indikasi pelanggaran harus diproses sesuai aturan. Selain itu, diharapkan pentingnya kampus menyadari perannya untuk membimbing civitas akademika agar tetap taat kepada Pancasila dan setia pada NKRI.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.