Gulir ke bawah!
Daerah

PAN Solo Tolak Halus Ganjar Pranowo Capres 2024, Lebih Pilih Ridwan Kamil

6657
×

PAN Solo Tolak Halus Ganjar Pranowo Capres 2024, Lebih Pilih Ridwan Kamil

Sebarkan artikel ini

Koma.id – Nama Anies Baswedan direkomendasi sebagai bakal calon presiden 2024 dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Solo yang digelar pada Minggu (19/6/2022).

Dari sembilan nama yang diusulkan dalam rakerda tersebut tidak muncul nama Gubernur Jawa Barat, Ganjar Pranowo.

Silakan gulirkan ke bawah

Padahal, dua nama yang juga digadang-gadang sebagai Capres 2024, Anies Baswedan dan Andika Perkasa juga muncul dalam Rakerda.

DPD PAN Kota Solo menilai lebih mengusulkan nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Tak dipilihnya Ganjar sebagai Capres pilihan DPD PAN bukan tanpa alasan.

Kriteria yang diusung oleh kriteria pertama yakni bukan dari kader partai lain, karena Pak Ganjar adalah kader partai lain jadi tidak dipilih,” kata Sekretaris DPD PAN Kota Solo, Muhammad Anwar seperti diberitakan TribunSolo.com.

Sedangkan untuk Anies Baswedan dan Ridwan Kamil dipilih karena bukan dari partai lain. Serta mereka berhasil memimpin daerah, Anies dan Ridwan Kamil dinilai bersih dari KKN.

“Pak Ganjar Juga bagus, namun karena sudah kader partai lain enggak bisa,” terangnya.

Menurut Anwar, PAN juga belajar dari pengalaman kenapa tidak memilih kader dari partai lain.

“Jadi kita belajar dari pengalaman, dulu mengusung dari kader partai lain ternyata partainya dia sendiri yang memperoleh suara banyak,” ungkapnya.

Selain Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Andika Perkasa, PAN juga mengusulkan Ketua Umum Zulkifli Hasan, Ustaz Adi Hidayat, Din Samsyudin, Sutrisno Bachir, Abdul Mukti, dan Zaenudin Maliki.

“Kita juga memilih yang juga bagian dari PAN terlebih dahulu,” terangnya.

Dari 9 nama tersebut, lanjut Anwar, nama Anies Baswedan paling banyak dipilih.

“Yang ikut Rakerda 70 orang dari DPW, DPD, DPC dan DPRD,” tuturnya.

Meski begitu, untuk 9 nama tersebut masih akan diusulkan ke pusat dan mendapatkan persetujuan dari pusat.

“Karena nanti masih dipilih lagi oleh Pusat, ini baru usulan saja dari daerah,” pungkasnya

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.