Koma.id – Sebuah video yang beredar luas di media sosial memicu kehebohan di Aceh Utara. Rekaman tersebut memperlihatkan sebuah mobil terbakar di tepi jalan, sementara sejumlah warga tampak mengerumuni lokasi kejadian.
Yang menyita perhatian dalam video tersebut adalah adanya bungkusan sembako di sekitar mobil yang terbakar.
Akun bernama M Devina Alfatih, yang mengunggah video tersebut, memberikan penjelasan bahwa mobil yang dibakar itu disebut-sebut sebagai kendaraan pembawa bantuan banjir.
Gempa Susulan di NTT Capai 7.492 Kejadian
Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa massa marah karena bantuan yang dibawa ke lokasi hanya difoto, kemudian disebut-sebut kembali dibawa pulang oleh pihak yang mengantarkannya.
“Mobil bantuan banjir dibakar warga dengan keadaan sembako masih penuh, karena mereka kecewa bantuan cuma dibawa saja, difoto, lalu dibawa pulang lagi,” tulis akun tersebut.
ZERO CURANMOR & ZERO WASTE! Bang Jali Bongkar Pilar 3 dan 4 di Hadapan Juri Jakarta Innovation Award
Ia juga menyebut lokasi kejadian berada di Jalan Irigasi, Langkahan, Aceh Utara.
Video tersebut memperlihatkan api membubung dari bagian belakang mobil, sementara warga tampak berusaha menyingkirkan bungkusan sembako agar tidak ikut terbakar.
Beberapa orang terdengar berteriak, menunjukkan luapan emosi dan rasa kecewa atas dugaan manipulasi distribusi bantuan di tengah kondisi darurat banjir.
Namun, sejumlah warga di lokasi menyebut bahwa mereka merasa dipermainkan karena kehadiran bantuan dirasa hanya untuk dokumentasi tanpa benar-benar diberikan kepada korban yang membutuhkan.
Peristiwa ini semakin memanaskan situasi di tengah musibah banjir besar yang melanda beberapa titik di Aceh Utara.
Warga berharap bantuan bisa sampai secara adil dan tepat sasaran, bukan hanya menjadi ajang pencitraan atau formalitas yang berujung pada kekecewaan masyarakat.
Penjelasan Pemerintah Aceh Utara
Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian itu. Ia menjelaskan bahwa pengiriman bantuan dilakukan atas perintah langsung Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil atau Ayahwa.
Menurut Muntasir, pada Rabu pagi, Bupati memerintahkan Kasatpol PP/WH untuk mengirimkan logistik ke Dusun Sarah Raja, Gampong Leubok Pusaka, salah satu wilayah yang terputus akses akibat banjir. Dua unit truk Satpol PP/WH dikerahkan untuk membawa bantuan tersebut.
Proses distribusi sempat mengalami hambatan. Muntasir menjelaskan, gangguan jaringan komunikasi di kawasan terdampak menyebabkan miskomunikasi mengenai rute yang harus ditempuh.
“Seharusnya melalui jalur Cot Girek. Namun karena kendala komunikasi, truk diarahkan melalui rute Langkahan-Sarah Raja. Jalur ini masih tertutup longsor dan lumpur, sehingga petugas kembali ke rute awal,” katanya.
Dalam perjalanan kembali, satu truk dengan nomor polisi BL 8013 KI terjebak di kawasan Pante Gaki Bale. Truk itu tersangkut lumpur dan sulit digerakkan.
Situasi semakin rumit ketika ban truk diketahui pecah.
Insiden terjadi ketika warga sekitar mengetahui truk itu membawa logistik.
Mereka kemudian meminta agar bantuan dibagikan langsung di lokasi, meski bantuan tersebut ditujukan untuk desa lain yang masih terisolir.
“Petugas telah menjelaskan tujuan distribusi, tetapi situasi di lapangan tidak terkendali. Warga berdesakan, dan dorongan massa membuat truk terjungkal,” kata Muntasir.














