Koma.id, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara darurat bullying. Menurut Nadiem, berdasarkan hasil asesmen nasional (AN) tahun 2021, Kasus perundungan di sekolah mencapai 25%.
Menurut KPAI terjadi kenaikan kasus tiap tahunnya. Pada tahun 2023, tercatat terjadi kenaikan kasus hingga 1.138 kasus bullying mulai dari kekerasan fisik hingga psikis. Retno Listyarti, Selaku Dewan Pakar Federasi Guru Indonesia (FSGI) mengatakan pada januari hingga mei 2023 pihaknya menemukan setidaknya terjadi 12 kasus tindak perundungan secara fisik yang terjadi disekolah.
“Dan perundungan ini sudah mulai dari jenjang SD. Kalau begitu dia kan punya potensi jadi pelaku sampai SMA. Orang yang berkali-kali melakukan kekerasan akan terus pengen melakukan,” ujar Retno Listyarti dikutip dari BBCnews.
Salah satu kasus besar yang terjadi yaitu ketika korbannya sudah mulai melawan hingga harus mengakibatkan banyak kerugian. Salah satunya, pada kasus perundungan siswa SMP di Temanggung, Jawa Tengah, yang membakar sekolahnya sendiri karena sakit hati kerap di bully oleh teman-temannya. Menurut Retno, Pihak sekolah tidak memahami kondisi psikologis siswa tersebut.
Di sisi lain, peran guru BK (Bimbingan Konseling) turut menjadi sorotan setelah kasus siswa bakar sekolah karena sering dibully ini. Tidak dijelaskan apakah guru BK sudah turun tangan menangani kasus perundungan yang dialami RKE.
Talenta Cilik Maulida Kesuma Tampil di Film Ageman, Angkat Kisah Anak di Tengah Konflik Agama
“Artinya memang kita tidak punya kemampuan membaca [psikologi] anak-anak. Karena tanda anak stres itu ada rasa tidak nyaman di perut atau mual. Ini kan tidak dipahami pihak sekolah,” kata Retno.
Pembakaran sekolah tersebut terjadi di SMP 2 Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Pelaku berinisal RSE ini, berhasil ditangkap usai polisi melakukan olah tkp dan memantau gerak-gerik pelaku sekitar lokasi pembakaran.
“Kami mendapatkan laporan dari penjaga sekolah sekitar pukul setengah 4 sore, terjadi kebakaran di gedung prakarya. Setelah mencocokkan dengan rekaman CCTV dan data sekolah maka dapat dikerucutkan pada satu pelaku, “Ungkap AKBP Agus Puryadi, Kapolres Temanggung.








