Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Rupiah Melemah Harga Minyak Melonjak

×

Rupiah Melemah Harga Minyak Melonjak

Sebarkan artikel ini
Uang Rupiah 100 Dan 50 Ribu

Koma.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin (26/10/2026).

Rupiah turun 9 poin atau 0,05 persen menjadi Rp18.089 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp18.080 per dolar AS.

Silakan gulirkan ke bawah

Pelemahan rupiah terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak dunia melonjak hingga di atas 100 dolar AS per barel.

Analis Doo Financial Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

“Rupiah diperkirakan masih melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi tensi geopolitik Timteng yang kembali membuat harga minyak naik di atas 100 dolar AS per barel,” kata Lukman dikutip dari Antara.

Harga Minyak Brent Melonjak ke 116,72 Dolar AS per Barel
Harga minyak mentah Brent melonjak ke level tertinggi sejak akhir April di tengah kekhawatiran meningkatnya konflik di Timur Tengah.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember ditutup pada level 116,72 dolar AS per barel, naik 3,14 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember ditutup pada level 103,27 dolar AS per barel, menguat 3,82 persen.

Kenaikan harga minyak tersebut dipicu kekhawatiran investor terhadap kemungkinan pecahnya kembali pertempuran di kawasan Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasokan energi global.

Investor juga mencermati laporan mengenai rencana Amerika Serikat dan Israel untuk menyerang Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.

Selain itu, media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan terhadap kapal-kapal di Teluk dan Selat Hormuz. Washington juga memerintahkan staf non-darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.

Perkembangan tersebut menambah ketidakpastian terhadap keamanan jalur perdagangan dan pasokan energi di kawasan.

Arus Keluar Dana Asing Turut Membebani Rupiah
Selain faktor geopolitik dan kenaikan harga minyak, arus keluar dana asing atau foreign outflow dari pasar saham domestik juga menjadi perhatian.

Lukman Leong menyebut arus keluar dana asing masih cukup besar dan turut membebani pergerakan rupiah.

“Outflow masih cukup besar, rata-rata harian masih Rp1-2 triliunan,” ucap Lukman.

Arus keluar dana asing dari pasar saham dapat meningkatkan permintaan terhadap valuta asing ketika investor mengonversi dana hasil penjualan aset ke mata uang lain.

Namun, besarnya pengaruh terhadap nilai tukar juga bergantung pada transaksi valuta asing dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Di tengah tekanan tersebut, pelaku pasar mencermati perkembangan konflik Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, dan aliran modal asing sebagai sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan rupiah.

Berdasarkan perkembangan tersebut, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak dalam kisaran Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.

Kisaran tersebut merupakan proyeksi pergerakan rupiah, bukan kepastian posisi penutupan perdagangan.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan dipengaruhi perkembangan sentimen global, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap harga minyak, serta dinamika aliran modal asing di pasar keuangan Indonesia.

 

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.