Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ekonomi

Pemerintah Salurkan Kredit 400 Triliun Buat Masyarakat

×

Pemerintah Salurkan Kredit 400 Triliun Buat Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Img 20260714 Wa0005
Petani garam Dusun Amed, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. (Foto: Koma.id / Andry Novelino)

Koma.id – Pemerintah menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 400 triliun pada 2027 untuk memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, dan masyarakat berpenghasilan rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut juga bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat, sekaligus mendorong kemampuan mereka mengelola keuangan.

Silakan gulirkan ke bawah

Airlangga menjelaskan, pemerintah saat ini telah memiliki program kredit usaha rakyat (KUR) dengan plafon Rp 300 triliun. Selain itu, pemerintah menambah pembiayaan sebesar Rp 50 triliun untuk sektor perumahan. Pemerintah akan memperluas pembiayaan dan membagi alokasinya ke berbagai sektor guna mencapai target penyaluran kredit pada 2027.

“Jadi nanti kita akan menambahkan lagi dan membagi kepada sektornya masing-masing karena bapak presiden kan minta agar ujungnya masyarakat punya literasi keuangan dan punya uang untuk spending,” kata Airlangga, Jumat (23/10/2026).

Menurut Airlangga, KUR akan menjadi salah satu skema untuk menyalurkan kredit tersebut. Namun, pemerintah juga mempertimbangkan program pembiayaan lain agar akses kredit dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat.

“Salah satunya. Nanti kita lihat yang lain kita bisa tambahkan,” ujar Airlangga saat ditanya apakah penyaluran kredit Rp 400 triliun akan menggunakan skema KUR.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit Rp 400 triliun pada 2027 dapat menjangkau sekitar 28 juta keluarga di Indonesia. Target tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIExpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Prabowo mengatakan, pembiayaan tersebut akan diprioritaskan bagi petani, nelayan, masyarakat pedesaan, warga di daerah terpencil dan tertinggal, serta kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan. Melalui program ini, pemerintah ingin memperluas akses pinjaman produktif agar masyarakat memiliki modal untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.