Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
BeritaDaerahEkonomi

Saat Bibit Kentang Lokal Unjuk Gigi di Hadapan Industri

×

Saat Bibit Kentang Lokal Unjuk Gigi di Hadapan Industri

Sebarkan artikel ini
Petani Kentang Aims

Koma.id | Pemalang – Udara sejuk di Desa Clekatakan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, hari ini terasa makin hangat. Di tengah hamparan hijau perkebunan kentang yang membentang, para petani, perwakilan Kementerian Pertanian, hingga pelaku industri bersama dalam sebuah kunjungan lapangan yang istimewa.

​Fokus perhatian mereka tertuju pada satu hal yakni performa varietas Chitra, bibit kentang industri lokal hasil karya anak bangsa.

Silakan gulirkan ke bawah

​Kunjungan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan bukti nyata bahwa benih kentang dalam negeri mampu bersaing ketat dengan varietas impor, baik dari segi kualitas maupun hasil panen. Kamis (22/10).

​Perwakilan Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Siti Sudlika, mengungkapkan bahwa pemerintah ingin melihat langsung potensi riil benih lokal di lapangan. Menurutnya, sinergi yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) antara produsen benih dan industri menjadi kunci utama agar kebutuhan kentang nasional bisa dipenuhi dari negeri sendiri.

​Harapan senada disampaikan oleh Direktur PT Agra Intan Makmur Sejahtera (AIMS), Benediktus Tommy. Ia menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam mendorong pengembangan benih kentang industri lokal agar mampu berdiri berdikari di rumah sendiri.

​Di sela-sela dialog, raut kepuasan tak bisa disembunyikan oleh Wasto Al Wasiludin, Ketua Kelompok Tani Cahya Tani. Sudah dua tahun belakangan kelompoknya mengandalkan bibit dari PT AIMS, dan hasilnya terbukti memuaskan.

Kumpulan Aims

​”Kami sudah pakai bibit dari AIMS selama dua tahun. Bibit ini tidak kalah bagus. Meskipun cuaca terik dan panas seperti sekarang, kentang yang dihasilkan justru tetap besar-besar. Saya sangat bangga menjadi warga negara Indonesia,” ujar Wasto dengan penuh optimisme.

​Bagi Wasto dan para petani setempat, mengikuti anjuran pemerintah untuk berpaling dari produk impor bukan lagi sekadar wacana. Pengalaman di lapangan membuktikan bahwa benih lokal tak hanya tangguh menghadapi perubahan cuaca, tetapi juga mampu mendongkrak produktivitas panen mereka.

​Selama ini, pasokan bibit kentang untuk kebutuhan industri memang masih banyak bergantung pada impor. Melalui langkah pengembangan varietas Chitra, PT AIMS berupaya memutus ketergantungan tersebut sekaligus membantu pemerintah menghemat devisa negara dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

​Lebih dari sekadar komoditas hortikultura, kentang juga memegang peran strategis sebagai sumber karbohidrat alternatif pengganti beras dalam program diversifikasi pangan. Ketersediaan stok kentang berkualitas dalam jumlah besar dipandang sangat krusial untuk mendukung berbagai program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​Langkah kecil yang dimulai dari tanah Clekatakan ini memberikan angin segar. Ketika industri mulai menaruh kepercayaan pada benih lokal, roda ekonomi petani pun berputar lebih kencang. Varietas Chitra telah membuktikan bahwa inovasi anak bangsa tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga siap menjadi fondasi utama menuju kemandirian pangan Indonesia.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.