KOMA.ID, JAKARTA – Reza Arap menandai babak baru dalam perjalanan kariernya dengan menyutradarai film Harusnya Horor. Namun, debutnya di kursi sutradara tersebut tidak hanya menjadi pencapaian profesional, melainkan juga menyimpan kenangan personal terhadap mendiang Lula Lahfah.
Dalam pemutaran awal film bersama orang-orang terdekat, Reza sengaja menyediakan satu tempat khusus untuk Lula. Ia ingin tetap menghadirkan sosok mendiang dalam salah satu momen penting yang berkaitan dengan film tersebut.
“Waktu itu sempat waktu di Harusnya Horor nonton duluan, itu sempat aku kasih satu spot gitu khusus untuk almarhumah beliau,” ujar Reza saat ditemui di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (13/8) malam.
Namun, keputusan Reza tersebut ternyata menuai respons negatif dari sebagian warganet. Ia mengaku mendapat hujatan setelah momen penghormatan terhadap Lula diketahui publik. Meski demikian, Reza menegaskan dirinya tidak ingin komentar orang lain mengubah caranya mengenang mendiang.
“Dan itu sempat bukan diejek, tapi dihujat gitu. Dan I swear to God, saya tidak peduli, saya akan tetap merayakan Lula,” tegasnya.
Bagi Reza, Lula bukan sekadar bagian dari kenangan pribadi. Ia menyebut mendiang memiliki keterkaitan dengan perjalanan film Harusnya Horor, sehingga penghormatan tersebut dianggap sebagai bentuk menjaga warisan yang ditinggalkan Lula dalam proyek tersebut.
“Saya akan tetap merayakan Lula, karena ini legacy dia juga di film ini. Itu aja,” tutup Reza.












