Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Polhukam

Prabowo Targetkan PLTS 100 GW, Indonesia Didorong Lepas dari Ketergantungan Energi Impor

×

Prabowo Targetkan PLTS 100 GW, Indonesia Didorong Lepas dari Ketergantungan Energi Impor

Sebarkan artikel ini
Prabowo Subianto Di Cikarang Koma
Presiden Prabowo Subianto saat Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Jawa Barat, Kamis 13 Agustus 2026.

KOMA.ID, CIKARANG – Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mampu membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat kemandirian energi, ketahanan energi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.

Prabowo menyampaikan target tersebut saat berada di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026). Ia menegaskan pengembangan energi surya akan menjadi salah satu prioritas dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Silakan gulirkan ke bawah

“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 Gigawatt, dan ini harus kita laksanakan dalam 4 tahun. Tapi tahun ini saja target kita adalah 30 GW,” tegas Prabowo.

Menurut Prabowo, pengembangan energi terbarukan tersebut berjalan beriringan dengan upaya pemerintah mengurangi penggunaan pembangkit berbahan bakar diesel. Ia meminta PLN secara bertahap meninggalkan pembangkit listrik diesel dengan kapasitas sekitar 13 GW.

“PLN harus tinggalkan pembangkit listrik dari diesel, kurang lebih 13 GW,” ujarnya.

Tekan Ketergantungan Energi Impor

Prabowo mengatakan pengembangan energi domestik merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri.

“Kita bertekad ini kita kurangi,” kata Prabowo.

Salah satu langkah yang telah berjalan adalah pengembangan biodiesel B50. Program tersebut menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50 persen solar fosil untuk mengurangi kebutuhan solar impor.

“Dengan solar sekarang B50 kita sudah mengurangi bahkan harusnya kita tidak import lagi diesel dari luar, tapi masih tergantung beberapa energi dari luar,” jelasnya.

Pemerintah juga berencana mengurangi penggunaan LPG dengan mendorong pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.

“Kita akan segera ganti LPG menjadi CNG,” lanjut Prabowo.

Prabowo: Sumber Energi Indonesia Sangat Melimpah

Prabowo meyakini Indonesia memiliki sumber daya energi yang sangat besar. Menurutnya, berbagai temuan ilmuwan dan peneliti dalam negeri semakin memperkuat peluang Indonesia untuk memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.

“Dan sumber-sumber energi lainnya ternyata sungguh sangat banyak. Dari minggu ke minggu para ilmuan kita, para peneliti kita menemukan hasil-hasil luar biasa, cadangan hidrogen alam sangat besar,” ungkapnya.

Karena itu, ia menilai tantangan Indonesia bukan semata-mata terletak pada ketersediaan energi, melainkan bagaimana mengelola sumber daya tersebut secara optimal untuk kepentingan masyarakat.

Prabowo optimistis berbagai kebijakan tersebut akan membawa Indonesia menuju kemandirian energi dalam beberapa tahun mendatang.

“Kita butuh saya kira dalam 3-4-5 tahun kita akan bangkit bener-bener, sekarang kita sudah mulai bangkit,” pungkas Prabowo.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.