Koma.id– Seorang pemuda asal Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura, Bireuen, Aceh, tewas dengan cara penyiksaan tragis di Jakarta di tangan anggota paspampres berinisial Praka RM. Kasus ini mencuat setelah beredarnya video penyiksaan, foto surat laporan kepolisian, berita acara penyerahan mayat, dan video peti mati korban melalui pesan WhatsApp.
Dalam video yang menjadi viral, korban yang diidentifikasi sebagai Imam Masykur dilaporkan diculik terlebih dahulu sebelum akhirnya mengalami penyiksaan oleh oknum Paspampres bersama dua temannya.
Kejadian tragis ini disebutkan terjadi pada Sabtu, 12 Agustus 2023. Korban juga dilaporkan mendapat ancaman jika tidak mengirimkan uang sejumlah 50 juta rupiah kepada oknum Paspampres.
Ketua Forum Komunikasi Perjuangan dan Perdamaian Aceh, Polem Muda Ahmad Yani, angkat suara terkait kejadian ini. Ia mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil tindakan tegas terutama soal proses hukum terhadap pelaku tindakan keji itu.
“Kita tidak bisa terima tindakan biadab ini, kita minta Presiden Jokowi untuk menindak tegas pelaku atas perbuatan biadabnya” kata Polem Muda, dikutip hari ini.
Baginya, peristiwa ini sangat keji dan kejam. Untuk itu Panglima TNI meski mengambil langkah tegas dalam mengusut kasus ini dan memecat oknum Paspampres yang terlibat. Ini pun menjadi tindakan sangat keji dan menjadi pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia.








