Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
Ragam

Ni Luh Djelantik Sebut Adab di Atas Ilmu, Sindir Prabowo ?

×

Ni Luh Djelantik Sebut Adab di Atas Ilmu, Sindir Prabowo ?

Sebarkan artikel ini
Fb Img 1789880505301 1
Ni Luh Djelantik.

KOMA.ID, JAKARTA – Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik, menyinggung pentingnya adab, etika, serta penggunaan data dan fakta dalam menyikapi kebijakan pemerintah.

Pesan tersebut disampaikan Ni Luh melalui unggahan di media sosial. Dalam tulisannya, ia menekankan bahwa perbedaan pandangan dengan para pemangku kebijakan seharusnya disikapi melalui argumentasi dan diskusi untuk mencari titik temu demi kepentingan masyarakat.

Silakan gulirkan ke bawah

“Adab diatas ilmu. Bersama para pakar di bidangnya masing-masing. Kita boleh tidak sepakat, tidak sepaham untuk hal-hal yang kita yakini. Argumentasi, diskusi, temukan titik temu demi kepentingan masyarakat yang mempercayakan kita untuk mewakili mereka,” tulis Ni Luh, Minggu (20/9/2026).

Ia juga mengajak untuk tetap mendengar dan menghormati pihak lain, sekaligus memberikan kritik apabila menemukan kebijakan yang dinilai tidak tepat sasaran.

Menurut Ni Luh, apresiasi juga perlu diberikan apabila kerja pemerintah atau pihak terkait memberikan manfaat bagi bangsa. Ia menekankan pentingnya menyampaikan pandangan berdasarkan data dan fakta serta bersedia belajar ketika ada hal yang belum dipahami.

“Mendengar, menghormati. Kritik jika ada kebijakan yang tidak tepat sasaran, apresiasi jika kerja-kerja mereka memberikan kebaikan pada bangsa. Bicara berdasarkan data dan fakta, belajar jika ada yang belum dipahami,” ujarnya.

Dalam unggahan yang sama, Ni Luh juga mengungkapkan bahwa dirinya sempat mempertimbangkan untuk berhenti dari aktivitas yang selama ini dijalankannya. Namun, kecintaannya terhadap bangsa membuatnya memilih untuk kembali melanjutkan perjuangan.

“Akal sehatku memintaku rehat dan pergi namun hati dan cinta matiku pada bangsa ini membuatku bangkit kembali,” tulisnya.

Ni Luh kemudian menyampaikan dukungan kepada sejumlah tokoh yang disebutnya sebagai tokoh yang ia sayangi. Ia mengatakan akan tetap mendampingi langkah mereka dengan caranya sendiri.

“Sehat, kuat, semangat tokoh-tokoh kesayangan. Aku akan selalu menemani membersamai langkah kalian dengan caraku,” katanya.

Pada bagian akhir pesannya, Ni Luh kembali menekankan pentingnya etika dalam menjalankan peran publik.

“Beradab, mengedepankan etika. Karena di akhir hari, doaku berada di nadi kalian selalu ❤️🙏🏽,” tulisnya.

Unggahan tersebut muncul di tengah perhatian terhadap sejumlah pernyataan Presiden Prabowo Subianto dan perdebatan publik mengenai pentingnya adab, ilmu, serta etika dalam kehidupan berbangsa. Ungkapan mengenai adab dan ilmu sendiri bukan hal baru dalam wacana publik Indonesia. Bahkan, ungkapan al-adab fauqal ilmi telah lama dikenal dalam tradisi pendidikan Islam.

Meski demikian, Ni Luh tidak secara eksplisit menyebut nama Prabowo dalam unggahan tersebut. Karena itu, narasi bahwa pernyataannya merupakan sindiran terhadap pidato Presiden Prabowo sebaiknya ditempatkan sebagai interpretasi atau konteks yang berkembang, bukan sebagai pernyataan langsung Ni Luh.

Ni Luh saat ini tercatat sebagai anggota DPD RI daerah pemilihan Bali untuk masa jabatan 2024–2029. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, ia juga beberapa kali menyampaikan kritik maupun pandangan terhadap kebijakan pemerintah dengan menekankan kepentingan masyarakat dan daerah yang diwakilinya.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.