Koma.id | Bekasi – Senyum polos dan tawa riang memenuhi ruang kelas TK Islam Nurul Firdaus (TK Nufis) pagi ini. Puluhan murid tampak percaya diri memegang mikrofon, menyapa seolah tengah tampil di layar kaca. Bukan siaran televisi nasional, melainkan bagian dari program edukatif bertajuk Reporter Cilik.
Dengan pendekatan bermain peran, sekolah ini mengenalkan dunia literasi dan jurnalistik secara menyenangkan. Anak-anak bergantian memperkenalkan diri, menceritakan hobi, hingga menyebutkan menu favorit di rumah.
Suasana semakin hangat ketika seorang siswa dengan gaya malu-malu berkata “Saya suka telor ceplok dikecapin,” yang langsung disambut tawa dan senyum para guru serta orang tua.
Menko PMK: Wajib Halal Mulai Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat dan Perkuat Kepercayaan
Senior jurnalis TV Nasional Aan Dwi Puantoro, yang turut menjadi pengajar, menyiapkan sendiri perlengkapan kamera video yang terintegrasi dengan layar besar sekolah. Anak-anak pun bisa melihat wajah mereka tampil seketika di layar, menambah semangat dan rasa percaya diri.
Menurut Aan, program ini bukan sekadar mencetak calon jurnalis, melainkan membangun pondasi karakter anak.
“Kami ingin melatih keberanian mereka mengekspresikan pikiran dengan santun. Di era digital, kemampuan berkomunikasi dan rasa ingin tahu positif perlu ditumbuhkan sejak dini,” ujarnya.
Lebih dari sekadar latihan berbicara di depan umum, kegiatan ini terbukti efektif memperkaya kosakata, melatih artikulasi, serta menumbuhkan empati saat mendengarkan teman sebaya. TK Islam Nurul Firdaus Bekasi menunjukkan bahwa literasi tidak harus kaku di balik meja kelas.
Di tangan anak-anak dengan kepolosan dan rasa ingin tahu tinggi, setiap sudut sekolah berubah menjadi panggung belajar yang hidup, penuh makna, dan tentu saja, menggemaskan.









