Koma.id | Solok – Banjir bandang atau galodo menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bencana tersebut menyebabkan akses utama Padang-Solok lumpuh total setelah badan jalan tertutup material lumpur, batu, dan pepohonan yang terbawa arus. Senin (21/09) malam.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Reza Chairul Akbar Sidiq, membenarkan bahwa jalur Padang menuju Solok maupun sebaliknya tidak dapat dilalui kendaraan akibat banjir bandang yang terjadi di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok.
“Benar, jalan Padang-Solok tidak bisa dilewati,” kata Reza, Senin malam.
Menko PMK: Wajib Halal Mulai Oktober 2026 untuk Lindungi Masyarakat dan Perkuat Kepercayaan
Menurut dia, akses jalan ditutup sejak pukul 20.45 WIB setelah banjir bandang menerjang kawasan tersebut sekitar pukul 20.00 WIB. Kendaraan roda dua maupun roda empat untuk sementara tidak dapat melintasi lokasi terdampak.
Bencana terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Solok sejak sore hari. Limpahan air bah dari perbukitan membawa material berupa lumpur pekat, batu besar, kayu, dan pepohonan hingga menutupi ruas Jalan Raya Solok-Padang di kawasan Arosuka.
Akibat kondisi tersebut, arus lalu lintas dari kedua arah terhenti dan memicu antrean kendaraan panjang di sekitar lokasi kejadian.
Selain banjir bandang, longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Solok, termasuk di kawasan kompleks Kantor Bupati Solok. Kondisi ini semakin menyulitkan akses dan upaya penanganan di lapangan.
Bupati Solok, Jon Pandu Firman, mengatakan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan penanganan darurat.
“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Untuk korban luka masih dalam pendataan,” ujar Jon Pandu.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan sejumlah warga mengalami luka-luka akibat terkena material banjir bandang. Sebagian warga yang berada di kawasan terdampak juga dilaporkan mengungsi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko bencana susulan.
Sementara itu, BPBD Provinsi Sumatera Barat menyebut tim gabungan yang terdiri atas BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran, dan instansi terkait telah berada di lokasi untuk melakukan penanganan serta pendataan dampak bencana.
Tim juga melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak sekaligus memastikan kondisi masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian. Hingga Senin malam, pendataan luas wilayah terdampak dan kemungkinan adanya korban masih terus dilakukan.
Di sisi lain, alat berat sedang dipersiapkan untuk membersihkan material galodo yang menutupi jalan utama Padang-Solok. Proses pembersihan dilakukan agar akses transportasi yang menghubungkan Kota Padang dengan wilayah Solok dan sekitarnya dapat segera dibuka kembali.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca hujan masih berpotensi terjadi. Pengguna jalan yang hendak melintas dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya diminta menunda perjalanan atau menggunakan jalur alternatif hingga kondisi dinyatakan aman dan jalan kembali dapat dilalui.
Pemerintah daerah juga meminta warga di kawasan rawan bencana untuk terus memantau perkembangan informasi resmi dan segera mengungsi apabila terjadi peningkatan debit air atau tanda-tanda longsor susulan.









