Gulir ke bawah!
NKRI Harga Mati
NKRI Harga Mati
HukumKeamanan

Ngeri! Ken Setiawan Ungkap Ada Hubungan Antara Kepemimpinan dan Aliran Dana di Polemik Ponpes Al-Zaytun

×

Ngeri! Ken Setiawan Ungkap Ada Hubungan Antara Kepemimpinan dan Aliran Dana di Polemik Ponpes Al-Zaytun

Sebarkan artikel ini
Ngeri! Ken Setiawan Ungkap Ada Hubungan Antara Kepemimpinan dan Aliran Dana di Polemik Ponpes Al-Zaytun
Ken Setiawan. (Foto: YouTube Kilat TV)

Koma.id Pendiri NII Crisis Center, Ken Setiawan mengungkap bahwa Kementerian Agama pernah mengadakan penelitian yang hasilnya sama dengan MUI. Ada hubungan antara kepemimpinan, aliran dana dan secara historis.

“Namun sayangnya sampai pimpinan penelitian meninggal, Prof Syafii Mufid, hasilnya juga belum dipublikasi, termasuk MUI juga. Padahal kami berharap hubungan-hubungan ini yang sudah diadakan penelitian dijadikan landasan,” kata Ken Setiawan dikutip Koma.id dari kanal YouTube TVOneNews, Sabtu (17/6/2023).

Silakan gulirkan ke bawah

Padahal, pada saat itu Ken sangat berharap MUI dapat memberikan fatwa. Menurutnya hal ini juga terkait jelas namun ternyata hingga saat ini tidak ada tindak lanjut. Kementerian Agama sebagai leading di pondok pesantren, kata dia, juga tidak ada respons hingga beberapa kali ganti menteri agama.

“Jadi memang ini seperti pembiaran sebenarnya kalau kami melihat. Makanya kami dan kawan-kawan membuat NII crisis center dulu itu memang kami tidak percaya dengan pemerintah. Ini seperti mohon maaf, kasus terorisme itu dibiarkan seperti teroris ditangkap tapi pemahaman radikalisme dibiarkan,” ungkap Ken Setiawan.

“Ini seperti ternak, jadi ini yang tidak akan pernah berakhir dan ini yang kami yakini bersama teman-teman mantan, akhirnya ya sudahlah kita bergerak semampu kita,” ujar Ken lagi.

Pihaknya berharap penelitian MUI dapat segera direkomendasi ke aparat termasuk Kementerian Agama supaya ada langkah konkrit karena sejatinya kelompok tersebut masuk perbuatan makar.

“Bukan hanya masalah salam aja, banyak tafsir-tafsir Al-quran semau mereka dilakukan dan ini dianggap hal biasa. Ini berbahaya sekali,” jelasnya.

“Terkait temuan lain, bahkan di sana bukan hanya salat, rukun islamnya itu dirubah, syahadatnya dirubah. Jadi di Al-Zaytun perlu diketahui ada dua struktur, terotorial dan fungsional,” tukas Ken.

Jangan lupa temukan juga kami di Google News.