Koma.id – Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Pengemudi Online Indonesia (FSPPOI), Kemed, mengungkapkan bahwa komunitas ojek online (ojol) kerap membantu pihak kepolisian dengan memberikan informasi terkait situasi di lapangan, terutama bila terjadi tindak kejahatan di jalan.
Namun, ia menegaskan, para pengemudi jarang terlibat langsung atau menjadi saksi utama dalam kasus kriminal.
“Kalau itu saya belum tahu deh. Biasanya enggak ada yang berani juga teman-teman. Ya memberikan informasi lah (ada),” ujar Kemed.
Kapolda Papua Barat Imbau Tokoh Adat dan Masyarakat Tak Terprovokasi Isu ‘Black September’
Menurutnya, bantuan yang diberikan komunitas ojol biasanya bersifat tidak langsung. Para pengemudi lebih memilih untuk menyampaikan informasi atau laporan kepada pihak kepolisian tanpa harus tampil secara terbuka.
“Kan teman-teman punya teman juga di Polisi, jadi kita membantu juga, enggak kita terang-terangan lah. Kita cukup kirim aja misal ada kejadian apa, kan kita berbagi informasi lah yang penting bermanfaat,” jelasnya.
Kemed menambahkan, langkah-langkah lanjutan dalam penanganan kasus tetap menjadi kewenangan penuh pihak kepolisian.
“Masalah nanti tindakannya segala macam, kan itu kewenangannya kepolisian lah,” ujarnya.
Ia menilai, pola kerja sama seperti ini sudah berjalan baik dan efektif, karena para pengemudi ojol memiliki mobilitas tinggi dan sering berada di lapangan, sehingga bisa cepat mengetahui kejadian yang terjadi di berbagai titik kota.
Peran mereka, kata Kemed, lebih sebagai mitra informatif yang membantu aparat dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif.








