Koma.id – Kepala PPATK Ivan Yustiavandana merespons pernyataan pengasuh Al-Zaytun, Panji Gumilang, terkait rekening pondok pesantren yang dibekukan, alias tak bisa digunakan karena diblokir PPATK.
“Saudara tahu, pasti tahu lah. Rekening kita diblokir. Jangan takut, pasti dikembalikan. Karena apa? Karena ini negara Pancasila. Untuk mendidik kok diblokir, pikiran yang sehat itu mesti pelan-pelan. Diumumkan, oleh lembaga yang semestinya melindungi. Jangan takut, saya bertanggung jawab, jangan pernah takut. Kalian bisa makan, saya punya cara,” kata Panji dalam pidatonya yang dilihat di YouTube resmi Al-Zaytun, Minggu (16/7).
“Apa caranya? Gampang. Seorang pendidik itu enggak harus arogan. Ngono yo ngono, neng ojo ngono. (…) kalau tidak mengerti bahasa Jawa, begitu ya begitu. Tapi jangan lama-lama. Di sini menunggu. Katanya harus mendapat upah. Tapi kan bukan upah, honor. Honor itu penghormatan,” sambung dia.
Terkait hal tersebut, Ivan mengatakan seluruh rekening Al-Zaytun tidak dibekukan PPATK. Pihak pesantren masih bisa melakukan penarikan dana dari sejumlah rekening operasional.
“Rekening operasional pesantren tidak diblokir sepenuhnya, masih dapat dilakukan penarikan dalam jumlah besar,”
Ivan mengatakan, khusus rekening-rekening yang sifatnya untuk dana operasional pondok pesantren, tidak dihentikan penuh oleh PPATK.
“Khusus yang dana operasional tidak dihentikan penuh,” kata Ivan.
Dilansir dari kumparan, PPATK hingga saat ini masih membuka sebagian rekening operasional pesantren yang nilainya bahkan ratusan miliar rupiah, dan dapat ditarik.














