Koma.id – Destry Damayanti resmi ditetapkan sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026-2031. Pengesahan tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Selasa (1/9/2026).
Penetapan ini sekaligus mencatat sejarah baru karena Destry menjadi perempuan pertama yang memimpin Bank Indonesia sejak bank sentral tersebut berdiri pada 1953.
Menhan Sjafrie: Masyarakat Harus Gotong Royong Tangani Karhutla, Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah
Keputusan DPR tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang dilakukan Komisi XI DPR RI terhadap Destry.
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun sebelumnya menyampaikan bahwa Komisi XI telah menyetujui Destry sebagai calon Gubernur BI periode 2026-2031 melalui musyawarah mufakat.
Dalam rapat paripurna, hasil keputusan Komisi XI tersebut kemudian dimintakan persetujuan anggota DPR dan disepakati.
Destry ditetapkan sebagai pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026. Sebelum ditetapkan secara definitif, Destry menjalankan tugas sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI untuk memastikan kesinambungan kebijakan bank sentral.
Destry Hadapi Tantangan Ekonomi
Penunjukan Destry berlangsung ketika perekonomian Indonesia menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tekanan nilai tukar rupiah, ketidakpastian ekonomi global, hingga kebutuhan menjaga stabilitas moneter sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR, Destry menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat koordinasi antarlembaga dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Destry juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga independensi Bank Indonesia meski koordinasi dengan pemerintah diperlukan untuk menghadapi persoalan ekonomi nasional.
Berpengalaman di Bank Indonesia
Destry bukan sosok baru di lingkungan bank sentral. Ia sebelumnya menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi serta kebijakan publik.
Destry lahir di Jakarta pada 1963. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia dan kemudian melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Master of Science di bidang Regional Science dari Cornell University, Amerika Serikat.
Sebelum berada di BI, Destry juga memiliki pengalaman di sektor ekonomi dan keuangan. Rekam jejak tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pencalonannya sebagai orang nomor satu di bank sentral.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengajukan Destry sebagai calon tunggal Gubernur BI. Setelah melalui proses di DPR, Komisi XI menyetujui Destry bersama Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur BI untuk periode 2026-2031.
Perempuan Pertama Pimpin BI
Dengan pengesahan tersebut, Destry menjadi perempuan pertama yang secara definitif menduduki posisi Gubernur Bank Indonesia.
Posisi tersebut memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, stabilitas sistem keuangan, serta mendukung kebijakan perekonomian nasional sesuai mandat Bank Indonesia.
Penunjukan Destry juga menambah daftar perempuan yang memegang posisi penting dalam kepemimpinan bank sentral di dunia.
Dengan masa jabatan 2026-2031, Destry kini menghadapi tugas menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global sekaligus memastikan kebijakan Bank Indonesia tetap mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepemimpinannya juga akan menjadi ujian bagi kesinambungan kebijakan BI setelah perubahan mendadak di pucuk pimpinan bank sentral menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo.








