Koma.id – Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya membantah keterlibatan anggotanya dalam kematian Bambang Setiyawan (60), pedagang cermin yang diduga menjadi korban penganiayaan saat kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) malam.
Divisi Hukum DPP GRIB Jaya Wilson Colling menegaskan, pihaknya tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa yang menimpa Bambang. Ia menyebut lokasi anggota GRIB Jaya saat terjadi kericuhan berada di kawasan Slipi, Jakarta Barat, bukan di Pejompongan.
Kejagung Sita Rp401 Miliar Kasus Nikel
Menurut Wilson, perbedaan lokasi tersebut menjadi salah satu dasar pihaknya membantah tudingan yang mengaitkan GRIB Jaya dengan kematian Bambang.
“Kalau yang di Pejompongan itu bukan kami. Kami ada di Slipi, lokasinya berbeda,” kata Wilson.
Wilson juga membantah video viral yang memperlihatkan seseorang diduga mengalami penganiayaan dan kemudian dikaitkan dengan anggota GRIB Jaya.
Ia meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan identitas pelaku hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial.
Wilson mengatakan masyarakat dapat memperhatikan ciri anggota GRIB Jaya yang turun ke jalan saat kericuhan, yakni mengenakan ikat kepala berwarna putih.
GRIB Klaim Turun Setelah Aksi AMPB
Wilson menjelaskan, anggota GRIB Jaya baru turun ke jalan pada malam hari setelah massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dari kawasan Gedung DPR RI.
Menurutnya, aksi AMPB di depan DPR RI berlangsung tertib dan massa telah membubarkan diri sebelum pukul 18.00 WIB.
Setelah itu, anggota GRIB Jaya disebut bergerak menuju kawasan Slipi sekitar pukul 23.00 WIB.
Wilson mengatakan kehadiran anggota GRIB Jaya saat itu bukan untuk melakukan kerusuhan, melainkan menghalau massa agar situasi tidak berkembang menjadi aksi anarkis maupun vandalisme.
“Kami turun malam sekitar jam 11 untuk menghalau massa supaya tidak terjadi anarkis dan vandalisme,” ujarnya.
Ia menegaskan GRIB Jaya tidak ingin aksi massa berkembang menjadi tindakan yang merusak fasilitas umum maupun membahayakan masyarakat.
Polisi Masih Dalami Video
Sementara itu, Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan Bambang Setiyawan meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyidik masih mengumpulkan dan menganalisis sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial.
Menurut Budi, rekaman tersebut menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk mengungkap rangkaian kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Budi juga mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan maupun menyebarkan informasi mengenai kasus tersebut sebelum ada hasil penyelidikan resmi dari kepolisian.
Ia meminta masyarakat menunggu informasi yang telah diverifikasi oleh penyidik agar tidak terjadi penyebaran informasi keliru yang berpotensi mengganggu proses penyelidikan.
Dengan demikian, hingga saat ini polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus kematian Bambang, termasuk menganalisis bukti visual yang beredar dan menelusuri pihak-pihak yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.
Sementara GRIB Jaya menegaskan pihaknya tidak terlibat dalam peristiwa tersebut dan menyerahkan proses pengungkapan kasus sepenuhnya kepada kepolisian.








