Koma.id | Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) mengalami inflasi 0,5% secara bulanan (month to month/mtm) pada Agustus 2026. Angka ini berbalik dari kondisi Juli yang deflasi 0,37%. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi IHPB mencapai 6,18%, sementara secara tahun kalender (year to date/ytd) sebesar 5,08%.
Sektor Penyumbang Inflasi
- Pertanian, kehutanan, perikanan: inflasi 1,09% mtm dengan andil 0,2%.
- Barang lainnya (kecuali logam, mesin, perlengkapan): inflasi 0,08% mtm, 8,15% yoy, dengan andil 2,21%.
Kenaikan di Sektor Bangunan
IHPB kelompok bangunan/konstruksi naik 0,41% mtm dan 9,52% yoy. Kenaikan dipicu oleh komoditas:
- Aspal: +27,13% yoy
- Baja tulangan: +12,60% yoy
- Semen: +7,42% yoy
- Pasir: +8,74% yoy
- Batu pecahan: +11,50% yoy
Secara bulanan, kenaikan juga terjadi pada sirtu (+3,92%), semen (+0,71%), baja tulangan (+0,67%), batu pecahan (+0,81%), dan sekrup (+6,66%).
Inflasi Berdasarkan Jenis Bangunan
- Bangunan tempat tinggal/bukan tempat tinggal: +10,03% yoy
- Pekerjaan umum jalan, jembatan, pelabuhan: +9,46% yoy
- Instalasi listrik, gas, air minum, komunikasi: +8,87% yoy
- Pekerjaan umum pertanian: +8,43% yoy
- Bangunan lainnya: +7,52% yoy
Proyeksi Inflasi Konsumen
Selain inflasi grosir, konsensus ekonom memproyeksikan inflasi konsumen Agustus 2026 mencapai 3,14% yoy, naik dari 2,88% Juli. Tekanan harga dipicu oleh:
- Pangan: daging ayam, cabai.
- Emas: kembali meningkat.
- Energi: minyak dunia naik.
- Cuaca: risiko kekeringan akibat El Nino.









