Koma.id – WHO megatakan penyebaran wabah cacar monyet dapat dihentikan dengan strategi dan kelompok yang tepat. Demikian kata pimpinan teknis WHO untuk cacar monyet, Rosamund Lewis, dalam konferensi pers di Jenewa, Swiss,
“Akan tetapi, waktu berjalan cepat dan kita harus segera bergerak bersama untuk mewujudkan cita-cita tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan penyebaran virus cacar monyet sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional (PHEIC) dan merupakan tingkat siaga tertinggi untuk WHO
“Melalui ini, kami berharap dapat meningkatkan koordinasi, kerja sama negara-negara dan semua pemangku kepentingan, serta solidaritas global,” kata Lewis.
WHO menetapkan risiko tinggi cacar monyet terhadap kesehatan umum di wilayah Eropa sementara untuk wilayah lainnya berada dalam level sedang.
BPJS Kesehatan Luncurkan Program REHAB 3.0, Peserta Bisa Lunasi Tunggakan Sesuai Kemampuan
Ghebreyesus mengatakan meski wilayah lain saat ini tidak terkena dampak parah, namun menyatakan PHEIC diperlukan untuk memastikan wabah harus dihentikan sesegera mungkin.
Adapun kasus cacar monyet kembali muncul di Asia Tenggara. Usai Singapura, kini virus itu nampak di negara tetangga Indonesia lainnya Filipina.
Kementerian Kesehatan Filipina pada Jumat (29/7/2022) menyatakan, kasus pertama menginfeksi warganya yang baru pulang dari luar negeri awal bulan ini.














