Koma.id | Probolinggo – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, semakin meluas pada Sabtu malam (08/08). Api yang mulai membesar sejak pukul 17.00 WIB kini menjalar ke sejumlah titik akibat tiupan angin kencang, termasuk sebagian padang savana dan mengarah ke kawasan Bukit B-29, Lumajang.
Petugas gabungan dari BB TNBTS, BPBD, dan relawan masih berjibaku melakukan pemadaman hingga malam hari. Langkah yang dilakukan antara lain:
- Pemadaman manual di titik yang bisa dijangkau.
- Penyemprotan air menggunakan truk tangki.
- Pembuatan sekat dengan metode jaring laba-laba untuk memutus jalur rambatan api.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyebut kondisi angin sempat mereda sehingga tim bisa bergerak maju ke arah Jemplang.
“Tim berhasil memutus api agar tidak menyeberang ke jalur lama dengan jaring laba-laba,” ujarnya.
Data sementara mencatat luas hutan terbakar sebelumnya mencapai 179,20 hektare. Namun, Oemar menegaskan luasan terbaru belum bisa dipastikan karena api masih membara dan terus meluas.
“Update luas hutan terbakar menunggu api padam. Doakan bisa dikendalikan,” katanya.
Balai Besar TNBTS resmi menutup seluruh akses wisata Bromo dari empat pintu masuk: Lumajang, Malang, Pasuruan, dan Probolinggo. Penutupan dilakukan demi keselamatan wisatawan dan masyarakat sekitar.
Selain ancaman kobaran api, kepulan asap pekat dari pembakaran rumput dan ranting kering berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan hingga ISPA.
“Api sangat berisiko dan membahayakan keselamatan pengunjung dan warga,” tegas Oemar.
Hingga Sabtu malam, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan dan mencegah api meluas ke kawasan lain. Situasi darurat ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap faktor angin yang sangat memengaruhi pergerakan api.








