Koma.id | Jayapura – Kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, terus menjadi sorotan. Hingga Kamis (06/08), jumlah korban mencapai 527 orang, terdiri dari balita, siswa PAUD, SD, SMP, hingga sejumlah orang tua.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Papua, dr. Berii Wopari, menyebut kondisi pasien mulai membaik meski masih dalam masa observasi.
“Kasus-kasus akut sudah jauh berkurang dibandingkan hari pertama dan kedua. Penambahan kasus baru juga sudah sangat menurun,” ujarnya.
Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menghentikan sementara operasional dapur MBG milik Yayasan Kasih Iman Samuel Papua. Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, menegaskan dapur tersebut tidak memenuhi standar kebersihan dan fasilitas pendukung.
“Sesuai SOP, kalau ada siswa keracunan maka kita suspend, apalagi jumlahnya besar seperti ini,” katanya.
Perubahan Desil Ancam Akses Beasiswa KIP
Hasil investigasi awal menunjukkan dapur tidak higienis dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) tidak sesuai ketentuan. BGN juga membuka opsi suspend permanen jika pelanggaran terbukti fatal.
Polres Jayapura melalui Satreskrim melakukan olah TKP di dapur MBG dan rumah koordinator program. Polisi mengamankan enam jenis sampel makanan, termasuk sayur, tempe kecap, buah semangka, minyak sisa penggorengan, serta porsi MBG yang belum didistribusikan. Semua sampel dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk pemeriksaan.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Markus Axel Panggabean, menyebut 30 orang saksi telah diperiksa untuk mendalami kronologi dan mekanisme distribusi makanan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan adanya temuan bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam sampel makanan. Kepala BGN Sudaryono menambahkan, pola kesalahan sama dengan kasus di Semarang, yakni proses memasak dilakukan terlalu dini sehingga makanan rusak saat dibagikan.
Bupati Jayapura Yunus Wonda menegaskan dapur MBG harus mengutamakan kebersihan dan kualitas gizi.
“Jangan hanya mengejar uang lalu mengesampingkan kesehatan anak-anak. Makanan yang diberikan harus benar-benar steril, bersih, dan sehat,” ujarnya.
Ringkasan Fakta
- Jumlah korban: 527 orang
- Lokasi: Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura
- Gejala: sakit perut, mual, muntah, diare, demam, lemas
- Tindakan BGN: dapur disuspend, Kepala SPPG dicopot
- Langkah polisi: olah TKP, amankan sampel, periksa saksi
- Penyebab awal: bakteri E. coli, makanan dimasak terlalu dini
Kasus ini menjadi evaluasi besar bagi program MBG secara nasional. Pemerintah menegaskan prinsip zero tolerance terhadap insiden keracunan demi menjamin keamanan pangan di lingkungan pendidikan.









